BOGOR.POJOKSATU.id - Samsung Electronics mengambil langkah besar di pasar China. Perusahaan asal Korea Selatan itu menghentikan penjualan sejumlah produk elektronik konsumen, termasuk televisi dan peralatan rumah tangga.
Keputusan ini menjadi sorotan karena China selama ini dikenal sebagai salah satu pasar elektronik terbesar di dunia. Namun, tekanan persaingan dari produsen lokal membuat posisi Samsung di segmen konsumen semakin terdesak.
Samsung menghentikan penjualan beberapa produk seperti TV, monitor, proyektor, sistem audio, AC, lemari es, mesin cuci, hingga penyedot debu di China daratan. Perusahaan menyebut keputusan itu diambil karena persaingan pasar yang semakin ketat dan perubahan lingkungan bisnis yang cepat.
“Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan persaingan pasar yang semakin intens dan perubahan lingkungan bisnis yang cepat,” demikian pernyataan Samsung, dikutip dari laporan The Elec.
Meski menarik diri dari sejumlah produk elektronik konsumen, Samsung tidak sepenuhnya meninggalkan pasar China.
Perusahaan tersebut masih akan mempertahankan bisnis ponsel, semikonduktor, dan peralatan medis di negara tersebut. Samsung juga disebut tetap menjalankan sebagian aktivitas manufaktur untuk kebutuhan pasar global.
Langkah mundur ini tidak lepas dari tekanan kuat produsen lokal China seperti TCL, Hisense, dan Skyworth yang semakin dominan di pasar domestik.
Produk-produk asal China dinilai mampu menawarkan harga lebih kompetitif, kualitas yang terus meningkat, serta jaringan distribusi yang kuat di pasar lokal.
Kondisi itu membuat Samsung kesulitan mempertahankan posisi di segmen TV dan peralatan rumah tangga di China.
Bahkan, laporan menyebut bisnis TV dan home appliances Samsung mencatat kerugian sekitar 200 miliar won atau sekitar 138 juta dolar AS pada tahun lalu. Tekanan tersebut dipicu oleh persaingan ketat dan dampak tarif perdagangan Amerika Serikat.
“Samsung akan berupaya meminimalkan dampak terhadap pelanggan dan sedang mengevaluasi dukungan bagi mitra bisnis,” tulis laporan Reuters.
Meski Samsung masih dikenal sebagai salah satu pemain besar TV dunia, posisinya kini semakin mendapat tekanan dari produsen China.
TCL bahkan sempat menyalip Samsung di pasar TV global pada Desember lalu, menurut data Counterpoint yang dikutip Investing.com.
Situasi ini menunjukkan bahwa dominasi merek besar Korea Selatan tidak lagi mudah dipertahankan, terutama di pasar China yang kini semakin dikuasai pemain domestik.
Keputusan Samsung menghentikan penjualan TV dan peralatan rumah tangga di China juga memperlihatkan perbedaan tajam antara dua lini bisnis perusahaan tersebut.
Di satu sisi, sektor elektronik konsumen seperti TV dan home appliances menghadapi tekanan berat. Namun di sisi lain, bisnis semikonduktor Samsung justru mendapat dorongan besar dari meningkatnya kebutuhan chip memori global, terutama karena perkembangan kecerdasan buatan atau AI.
Publik pun menilai langkah Samsung ini sebagai simbol pergeseran kekuatan industri elektronik dunia.
Pasar yang dulu menjadi arena ekspansi raksasa global, kini berubah menjadi wilayah yang semakin sulit ditembus karena produsen lokal China semakin agresif dan kompetitif.
Walau begitu, Samsung masih akan menjual smartphone di China. Namun, perusahaan tetap harus menghadapi persaingan sengit dari Apple serta merek-merek lokal China yang sudah lebih kuat di pasar domestik.
Dengan keputusan ini, Samsung seperti mengakui bahwa pertarungan di pasar TV dan elektronik rumah tangga China sudah terlalu berat.
Bukan hanya soal harga, tetapi juga soal dominasi ekosistem lokal, kecepatan inovasi, dan perubahan selera konsumen di pasar terbesar dunia. ***



