POJOKBOGOR.ID - Kebijakan penghematan energi dan efisiensi BBM yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto mulai dijalankan di berbagai daerah.
Di Kabupaten Sragen, langkah tersebut mendapat sorotan dari Fraksi Golkar DPRD setempat.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sragen, Pujono Elly Bayu Effendi, menilai kebijakan seperti gerakan bersepeda ke kantor perlu dievaluasi.
Baca Juga: Kriteria Resmi dari Wakil BGN Agar Pegawai MBG Bisa Diangkat Jadi PPPK
Tentunya agar kebijakan tersebut benar-benar efektif dan tidak justru membebani ASN.
Menurutnya, solusi paling realistis adalah menempatkan ASN berdasarkan domisili atau lokasi tempat tinggal mereka.
ASN Jauh dari Kantor Dinilai Tidak Efisien
Bayu menyoroti luas wilayah Kabupaten Sragen yang mencakup sejumlah kecamatan dengan jarak cukup jauh dari pusat kota.
Baca Juga: Kecemburuan Sosial! PPPK dan Honorer Satpol PP Desak Diangkat CPNS Usai Surat Kemenkes Viral
Beberapa wilayah yang disebut antara lain:
- Sukodono
- Kalijambe
- Miri
Ia menilai, jika ASN yang tinggal di wilayah jauh dipaksa bersepeda ke kantor di pusat kota, maka tujuan efisiensi justru tidak tercapai.
Dikutip dari RRI.co.id, 16 April 2026, begini kata Bayu:
"Kalau rumahnya di Sukodono atau Miri tapi kantornya di pusat kota Sragen, lalu harus naik sepeda onthel, ya kurang efisien menurut saya." ujarnya.
Menurut Bayu, ASN bisa kelelahan sebelum mulai bekerja dan berpotensi kehilangan waktu produktif.
Usul Penempatan ASN Berdasarkan Domisili
Bayu mendorong Pemerintah Kabupaten Sragen melakukan pemetaan ulang penempatan ASN sesuai tempat tinggal.
Baca Juga: Viral! Surat Peralihan Nakes Non-ASN ke CPNS Bikin PPPK Resah, Ini Penjelasan Kemenkes
Menurutnya, jika ASN ditempatkan di kantor yang dekat rumah, maka penghematan BBM akan terjadi secara alami.
Selain itu:
- Penggunaan kendaraan berkurang
- Emisi menurun
- Waktu tempuh lebih singkat
- Produktivitas tetap terjaga
"Jika penempatannya dekat, otomatis penggunaan kendaraan berkurang, emisi turun, dan efisiensi energi benar-benar efektif."tambahnya.
Solusi Bagi ASN yang Rumahnya Jauh
Bagi ASN yang saat ini masih harus menempuh perjalanan jauh, Bayu menyarankan solusi bertahap.
Ia meminta pegawai yang biasa menggunakan mobil pribadi beralih ke sepeda motor agar konsumsi BBM lebih hemat.
Menurutnya, solusi ini lebih realistis dibanding memaksa semua ASN naik sepeda tanpa melihat kondisi jarak dan fisik.
Apresiasi untuk Presiden Prabowo dan Menteri ESDM
Dalam kesempatan yang sama, Bayu memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Ia menilai pemerintah berhasil menjaga harga BBM tetap stabil di tengah situasi global yang penuh tekanan.
Menurut Bayu, jika harga BBM naik, maka dampaknya akan langsung terasa pada harga kebutuhan pokok masyarakat.
"Jika BBM naik, semua komoditi seperti cabai dan kebutuhan pokok lainnya pasti ikut naik." kata Bayu.
Bayu Beri Contoh Naik Sepeda ke Kantor
Meski memberi catatan terhadap kebijakan bersepeda, Bayu mengaku dirinya sendiri sudah mulai menggunakan sepeda ke kantor.
Ia menilai langkah itu baik jika dilakukan sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.
"Saya ke kantor sekarang lebih sering pakai sepeda. Selain irit dan mengurangi emisi, ini juga efisiensi kantong."ujarnya.
Antisipasi Krisis Energi Dunia
Gerakan efisiensi kendaraan di daerah merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden yang diteruskan Gubernur Jawa Tengah ke 35 kabupaten/kota.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi krisis energi global.
Dengan usulan penempatan ASN berbasis domisili, efisiensi BBM dinilai bisa lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.***




