POJOKBOGOR.ID - Kabar penerimaan CPNS Tahun Anggaran 2026 mulai mencuat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui BKPSDM resmi mengusulkan sebanyak 349 formasi.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kemenpan RB.

Baca Juga: PERINGATAN! Kota dan Kabupaten Bogor Diperkirakan Bakal Diguyur Hujan Lebat Hari Ini

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan seleksi CPNS 2026.

Kepala BKPSDM Sumbawa, Budi Santoso, menjelaskan bahwa pengusulan ini dilakukan untuk menutupi kebutuhan ASN hingga tahun 2027 mendatang.


Antisipasi ASN Pensiun hingga 2027

Pengajuan formasi CPNS 2026 tidak lepas dari kondisi kebutuhan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga: Dishub Kota Bogor Tegas Angkot 05A Terminal Merdeka - Ciomas Dilarang Melintas di Jembatan Merah

Berdasarkan data, terdapat sekitar 384 ASN yang akan memasuki masa pensiun dalam dua tahun ke depan.

Jumlah tersebut menjadi dasar utama pemerintah daerah dalam menyusun kebutuhan formasi baru.

Meski demikian, jumlah usulan CPNS yang diajukan tidak sepenuhnya menggantikan angka ASN yang akan pensiun.

Baca Juga: Kinerja Pemkot Bogor 2025 Tunjukkan Tren Positif, Pendapatan dan Ekonomi Meningkat

Dikutip dari kabarsumbawa.com, 14 April 2026, begini kata Budi Santoso:

“Memang yang kita usulkan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah ASN yang akan pensiun. Itu kami lakukan dengan mempertimbangkan belanja pegawai,” ujarnya.

Rincian 349 Formasi CPNS 2026

Dari total 349 formasi yang diusulkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa membaginya ke dalam tiga kategori utama.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

- Tenaga teknis: 88 formasi

- Tenaga kesehatan: 67 formasi

- Tenaga kependidikan: 194 formasi

Baca Juga: Terbukti Jual Beli Jabatan, 4 PNS Kabupaten Bogor Dipolisikan

Formasi tersebut dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi karena masih mengalami kekurangan tenaga di berbagai sektor.


Dokter dan Guru Jadi Prioritas

Dari seluruh formasi yang diusulkan, tenaga kesehatan dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama.

Untuk tenaga kesehatan, kebutuhan terbesar berada pada posisi dokter umum dan dokter gigi.

Baca Juga: Mochibo Bogor Viral, Mochi Lumer dengan Varian Rasa Unik Bikin Ketagihan

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengusulkan 31 formasi dokter umum yang akan ditempatkan di seluruh Puskesmas.

Selain itu, terdapat juga kebutuhan 18 formasi dokter gigi untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Di sektor pendidikan, pemerintah juga menyoroti pentingnya pemenuhan tenaga guru, terutama pada mata pelajaran tertentu yang masih minim.

Baca Juga: Buruan! Magang Pemerintah Berbayar Dibuka, Mahasiswa Semester 7 dan Fresh Graduate Wajib Cek

Formasi yang diusulkan meliputi:

- Guru Pendidikan Jasmani/Olahraga

- Guru Pendidikan Agama (PHI)

- Guru tingkat SD dan SMP

- Guru Bimbingan Konseling (BK)

Khusus untuk guru agama Hindu, terdapat kebutuhan sebanyak 5 orang. Jumlah ini disesuaikan dengan data yang tercatat dalam Dapodik.

Baca Juga: 462 CPNS Resmi Menerima SK! Bupati Keerom 'Dilarang Gadai SK Selama 2 Tahun! Resiko Gaji Habis Hingga Malas Kerja'


Kebutuhan Mendesak Harus Segera Dipenuhi

Seluruh formasi yang diajukan disebut sebagai kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah.

Kekurangan tenaga di sektor kesehatan dan pendidikan menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap usulan formasi CPNS 2026 yang telah diajukan dapat disetujui oleh pemerintah pusat.

Baca Juga: Ketahuan Keluar Saat WFH! 137 ASN Bandung Terancam Pemotongan TPP, Ini Faktanya

Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut, diharapkan pelayanan publik di daerah dapat berjalan lebih optimal, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.


Menunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Saat ini, usulan formasi CPNS 2026 dari Kabupaten Sumbawa masih dalam tahap menunggu persetujuan dari Kemenpan RB.

Keputusan final terkait jumlah formasi dan waktu pelaksanaan seleksi akan ditentukan oleh pemerintah pusat.

Meski demikian, langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan kesiapan daerah dalam menghadapi kebutuhan ASN ke depan.***