POJOKBOGOR.ID - Temen-temen semua BKN akan menerapakan sistem kerja fleksibel Work From Anywhere atau WFA, nah ternyata bukan sekadar wacana.

Kepala BKN sudah lebih dulu menerapkannya dan hasilnya cukup mengejutkan.

Lewat penjelasan langsung dari Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, terungkap bahwa pola kerja ini sudah berjalan dengan skema dua hari WFA dan tiga hari masuk kantor.

 

WFA 2 Hari, Sudah Jalan Lama

BKN menerapkan WFA setiap hari Senin dan Rabu ya.

Baca Juga: DPR Usul ASN WFH Hari Rabu Demi Hemat Energi, Kenapa Bukan Jumat? Ini Alasannya

Sementara untuk hari Selasa, Kamis, dan Jumat, pegawai tetap bekerja dari kantor.

"kami sudah lama menyelenggarakan WFA selama 2 hari, pada hari Senin dan hari Rabu," ujar Zudan.

Menurutnya, kebijakan ini bisa berjalan karena karakter pekerjaan di BKN yang sebagian besar melayani ASN.

 

Kunci Utama, Layanan Full Digital

Salah satunya faktor utama keberhasilan WFA adalah transformasi layanan menjadi berbasis digital.

Baca Juga: Sudah Dibuka Sejak Desember 2025, Ruas Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Bisa Ditutup Lagi? Ini Penjelasannya!

Bahkan itu, hanya sekitar 95 persen layanan BKN kini sudah full digital.

"jadi kita membuat sistem pelayanan sepenuhnya berbasis digital, sehingga bisa dilayani dari manapun," jelasnya.

Dengan sistem ini, pegawai tidak harus hadir fisik di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan.

 

E-Kinerja Jadi Kontrol Harian

Agar kinerja tetap terjaga, BKN menerapkan sistem e-kinerja harian.

Seluruh 3.400 pegawai wajib mengisi laporan kerja setiap hari.

Baca Juga: Alhamdulillah! THR PNS, PPPK hingga PPPK Paruh Waktu di Bintan Tuntas Dibayar, Non ASN Juga Kebagian Insentif

Langkah ini memastikan pekerjaan tetap terukur dan tidak ada penurunan produktivitas meski bekerja dari jarak jauh.

 

Hemat Biaya, Waktu Lebih Efisien

Manfaat WFA juga langsung dirasakan pegawai. Mereka tidak perlu lagi keluar biaya transportasi selama dua hari kerja dari mana saja.

"kawan-kawan tidak perlu lagi keluar biaya transport, tidak perlu beli bensin atau bayar tol," kata Zudan.

Baca Juga: Kenapa Data Dapodik Jadi Penentu SKTP? Ini Penjelasan Lengkap Proses Sinkronisasi yang Bisa Menentukan Cair Tidaknya TPG

Selain itu, waktu perjalanan yang biasanya habis di jalan bisa dimanfaatkan untuk bekerja lebih optimal.

Nah ya, BKN bahkan membuka peluang bagi instansi lain untuk belajar dari sistem ini sebagai bagian dari transformasi birokrasi modern.

WFA yang diterapkan BKN membuktikan bahwa kerja fleksibel bisa berjalan efektif.

Dengan dukungan digital dan sistem kontrol yang tepat, produktivitas justru meningkat dan biaya bisa ditekan.***