POJOKBOGOR.ID - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, kebutuhan transaksi masyarakat dipastikan melonjak tajam.
Mulai dari tarik tunai, belanja kebutuhan Lebaran, hingga transfer antarbank.
Nah, untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Bank Mandiri menyiapkan dana tunai sebesar Rp44 triliun guna memastikan seluruh transaksi tetap berjalan lancar.
Jumlah dana fantastis ini disalurkan secara bertahap melalui pengisian ATM dan Cash Recycle Machine (CRM) di seluruh Indonesia hingga 25 Maret 2026.
Baca Juga: Jangan Asal Posting! Ini Bahaya Oversharing Saat Mudik Lebaran yang Banyak Orang Abaikan
Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan akses uang tunai selama periode Ramadan hingga puncak arus mudik Lebaran.
Wah, artinya nasabah bisa sedikit bernapas lega, ya.
Ribuan ATM Disiagakan Selama Ramadan
Bank Mandiri memastikan jaringan layanan tetap optimal dengan mengoperasikan sekitar 12.900 unit ATM yang tersebar di berbagai wilayah strategis.
Mesin-mesin ini menjadi tulang punggung layanan tarik tunai, setor uang, hingga transaksi non-tunai masyarakat.
Baca Juga: Jangan Sampai Telat! Kantor Pajak Libur 18–24 Maret 2026, Warga Diminta Lapor SPT Sebelum Mudik
Tidak hanya itu, bank pelat merah tersebut juga mengandalkan 322.000 mesin Electronic Data Capture (EDC) yang tersedia di pusat perbelanjaan, merchant UMKM, hingga lokasi wisata favorit Lebaran.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, transaksi pembayaran diharapkan tetap cepat tanpa hambatan, bahkan di tengah lonjakan aktivitas ekonomi musiman.
“Jadi nggak perlu buru-buru tarik uang sekaligus,” begitu kira-kira pesan yang ingin disampaikan lewat kesiapan sistem ini.
Livin’ by Mandiri Jadi Andalan Digital
Selain layanan fisik, Bank Mandiri juga mengoptimalkan kanal digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, yang kini telah digunakan oleh sekitar 37,9 juta pengguna.
Aplikasi ini memungkinkan berbagai transaksi dilakukan selama 24 jam penuh, mulai dari transfer, pembayaran tagihan, pembelian kebutuhan digital, hingga top-up uang elektronik.
Di era sekarang, banyak nasabah justru memilih transaksi lewat ponsel dibanding antre di ATM.
Praktis, cepat, dan bisa dilakukan dari mana saja bahkan sambil menunggu jadwal keberangkatan mudik.
Eh, siapa yang masih sering cek saldo tiap lima menit sebelum Lebaran?
Dukungan e-Money dan Transaksi Tol
Untuk mendukung mobilitas masyarakat, Bank Mandiri juga menyiapkan sekitar 1,1 juta kartu e-Money Mandiri.
Kartu ini menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pemudik yang menggunakan jalan tol.
Lonjakan perjalanan biasanya membuat permintaan kartu uang elektronik meningkat tajam.
Karena itu, ketersediaan stok menjadi langkah antisipasi agar perjalanan tidak terganggu hanya karena saldo atau kartu elektronik.
Bayangkan saja sudah antre panjang di gerbang tol, eh ternyata kartu tidak aktif.
Duh, bisa bikin perjalanan makin panjang.
Rp18 Triliun Dialokasikan untuk BI-FAST
Selain uang tunai dan layanan transaksi harian, Bank Mandiri juga mengalokasikan sekitar Rp18 triliun untuk mendukung transaksi melalui sistem BI-FAST.
Sistem transfer antarbank real-time ini semakin populer karena biaya lebih murah dan prosesnya instan.
Selama Ramadan, aktivitas transfer biasanya meningkat signifikan, baik untuk kebutuhan bisnis maupun kiriman uang keluarga.
Dengan dukungan dana tersebut, Bank Mandiri memastikan layanan transfer tetap stabil meski volume transaksi meningkat.
Ekonomi Ramadan Selalu Bergerak Cepat
Ramadan dan Idul Fitri memang dikenal sebagai periode dengan perputaran uang tertinggi dalam setahun.
Konsumsi rumah tangga meningkat, sektor UMKM menggeliat, dan aktivitas belanja melonjak drastis.
Karena itu, kesiapan sistem perbankan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran ekonomi nasional.
Baca Juga: Santunan Anak Yatim Saat Lebaran, Tradisi atau Kewajiban? Ini Penjelasan yang Jarang Dibahas
Bank Mandiri menilai kombinasi layanan tunai dan digital menjadi strategi utama untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang semakin dinamis.
Jadi, tarik tunai di ATM, bayar pakai EDC, atau transfer lewat aplikasi, semua sudah dipersiapkan.
Intinya masyarakat bisa fokus menjalani Ramadan dan mudik dengan lebih nyaman tanpa khawatir soal transaksi keuangan.***




