BOGOR.POJOKSATU.id - Seorang penumpang bernama Anita menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah memviralkan kelalaiannya sendiri ketika naik Commuttanaer Line rute Stasiun Tanah Abang–Rangkasbitung pada Senin (24/11/2025) pukul 19.00 WIB.

Dalam unggahannya, ia mengakui bahwa dirinya lupa membawa turun cooler bag berisi tumbler biru miliknya.

Beruntung, cooler bag tersebut berhasil ditemukan oleh petugas. Namun masalah muncul ketika Anita datang untuk mengambil kembali barang tersebut. Ia mendapati tumbler merek Tuku yang sebelumnya berada di dalam tas sudah tidak ada.

Cooler bag itu pertama kali ditemukan oleh seorang petugas lalu diserahkan kepada Argi, petugas lain yang sedang berjaga malam itu.

Dalam pesan yang dikirimkan Argi kepada Alvin, suami Anita, ia menjelaskan bahwa kondisi stasiun sedang ramai saat itu, sehingga ia tidak sempat memeriksa isi cooler bag ketika menerimanya.

“Karena memang saya yang berdinas malam itu dan menerima barang temuan, namun saat saya terima tidak saya cek karena kondisi sedang ramai. Jadi otomatis itu jadi tanggung jawab saya, Pak,” tulis Argi kepada Alvin.

Argi kemudian menyimpan cooler bag tersebut di ruang PS setelah menerima barang dari petugas keamanan. Menyadari adanya laporan kehilangan tumbler, Argi mengaku sudah mencoba mencari kembali barang tersebut, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Namun hasilnya tetap nihil,” ungkapnya.

Akun @dutgendutt turut membagikan informasi tambahan mengenai Argi. Ia disebut sebagai anak bungsu dari empat bersaudara dan sudah yatim. Argi juga tengah menunggu jadwal penandatanganan kontrak kerjanya pada 17 Desember 2025.

Namun nasibnya berubah drastis. Setelah unggahan Anita viral, Argi disebut justru diberhentikan dari pekerjaannya karena insiden hilangnya tumbler tersebut.

“Sekarang pekerjaan saya di ujung tanduk (diberhentikan) karena istri Bapak memposting di media sosial. Demi Allah, Pak, bukan saya yang ambil tumbler tersebut. Dampaknya sangat besar. Bagaimana jika Bapak berada di posisi saya?” tulis Argi dalam pesannya kepada Alvin.

Dalam pesan tersebut, Argi juga menegaskan bahwa ia hanya seorang petugas pelayanan yang menggantungkan hidup dari pekerjaannya di KAI. Sayangnya, pesan panjang itu tidak mendapat balasan dari Alvin.

Kasus ini kini memicu simpati publik terhadap Argi, sementara banyak warganet mempertanyakan prosedur penanganan barang tertinggal di KRL hingga penyebab pemecatan petugas yang dinilai terlalu berat hanya karena kehilangan sebuah tumbler.

Hingga saat ini, pihak KAI maupun KAI Commuter belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan pemecatan ataupun kronologi lengkap kejadian tersebut.***