BOGOR.POJOKSATU.id - Aparat kepolisian dari Polrestabes Surabaya menggerebek sebuah hotel di kawasan pusat kota setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan pesta seks sesama jenis.

Dalam operasi tersebut, puluhan pria ditemukan tanpa busana di dalam satu kamar hotel dan langsung diamankan petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika, menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan oleh tim gabungan dari Sat Samapta, Polsek Wonokromo, dan Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Operasi ini digelar pada Minggu dini hari (19/10) sekitar pukul 01.00 WIB, setelah pihak kepolisian menerima laporan dari warga yang mencurigai adanya aktivitas mencolok di salah satu lantai hotel tersebut.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan ke lokasi. Benar, di sana ditemukan kegiatan yang melibatkan sejumlah pria tanpa busana di dalam satu kamar hotel,” ungkap Erika.

Sebelum melakukan tindakan, petugas sempat berkoordinasi dengan pihak manajemen hotel untuk memastikan lokasi kamar yang dicurigai.

Begitu pintu kamar dibuka, polisi mendapati puluhan pria berada dalam kondisi tanpa pakaian dan diduga tengah melakukan kegiatan asusila secara bersama-sama.

Seluruh pria yang berada di dalam kamar tersebut segera diamankan dan dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian guna memperkuat proses penyelidikan.

Erika menegaskan bahwa tindakan penggerebekan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap praktik asusila dan pelanggaran norma sosial di ruang publik.

Pihaknya juga mengapresiasi laporan masyarakat yang responsif terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kejadian serupa. Polrestabes Surabaya akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan untuk menjaga ketertiban serta moralitas di wilayah hukum kami,” tegasnya.

Saat ini, seluruh terduga peserta pesta seks masih menjalani proses pemeriksaan di kepolisian.

Polisi juga tengah mendalami siapa penyelenggara kegiatan tersebut dan apakah ada unsur komersial atau jaringan tertentu yang terlibat di balik acara tersebut. ***