PojokBogor.ID - Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil.

Di Kota Bogor, kebiasaan ini bukan hanya soal mencari makanan berbuka puasa, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat bisa menikmati hidangan lezat dengan harga terjangkau.

Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, takjil murah meriah justru menjadi incaran utama warga.

Baca Juga: Geruduk Gedung Sate, Pekerja Tambang Akhirnya Dijanjikan Bertemu Sekda Jabar

Dengan harga mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000, masyarakat tetap bisa menikmati aneka menu berbuka puasa tanpa harus menguras kantong.

Tak heran, setiap sore menjelang azan Magrib, sejumlah titik di Bogor dipenuhi warga yang berburu takjil murah namun mengenyangkan.


Takjil Murah, Favorit Warga dari Semua Kalangan

Takjil murah di Bogor bukan hanya diburu oleh pelajar dan mahasiswa, tetapi juga keluarga, pekerja, hingga pedagang itu sendiri.

Baca Juga: DPC Gerindra Kabupaten Bogor gelar Syukuran HUT ke-18 dengan Sederhana, Terus Galakkan Konsolidasi

Harga yang ramah di kantong membuat takjil jenis ini selalu habis lebih cepat dibanding menu lain.

Beberapa pedagang bahkan mengaku dagangan mereka ludes sebelum waktu berbuka tiba, terutama jika harga takjil dijual di bawah Rp5.000 per porsi.


Jenis Takjil Murah di Bogor yang Paling Diburu

Berikut beberapa jenis takjil murah yang hampir selalu laris manis selama Ramadan di Bogor:

Kolak Pisang dan Ubi

Kolak menjadi menu wajib saat berbuka puasa.

Baca Juga: DPC Gerindra Kabupaten Bogor gelar Syukuran HUT ke-18 dengan Sederhana, Terus Galakkan Konsolidasi

Di Bogor, kolak pisang dan ubi masih banyak dijual dengan harga Rp3.000–Rp5.000 per cup. Rasanya manis, hangat, dan cukup mengenyangkan.


Gorengan

Gorengan tetap menjadi primadona takjil murah.

Tahu isi, bakwan, tempe goreng, dan risoles umumnya dijual Rp2.000 per biji.

Banyak pembeli yang langsung membeli dalam jumlah banyak untuk berbuka bersama keluarga.


Kue Tradisional

Klepon, cenil, lupis, dan nagasari masih setia menemani Ramadan warga Bogor.

Baca Juga: Kumuh Lagi Dua Bulan Berselang, Pemkot Bogor Turunkan 300 Personel di MA Salmun–Mayor Oking

Harganya berkisar Rp2.000–Rp3.000 per potong, membuat kue tradisional selalu jadi pilihan favorit.


Bubur Sumsum

Dengan harga Rp4.000–Rp5.000 per porsi, bubur sumsum menjadi takjil murah yang digemari semua usia.

Teksturnya lembut dan rasanya manis ringan.


Es Cincau dan Es Kelapa

Takjil minuman juga tak kalah murah. Es cincau, es kelapa, hingga es sirup masih bisa ditemukan dengan harga Rp3.000–Rp5.000 per cup.


Lokasi Favorit Berburu Takjil Murah di Bogor

Takjil murah mudah ditemukan di berbagai sudut Kota Bogor.

Baca Juga: DPC Gerindra Kabupaten Bogor gelar Syukuran HUT ke-18 dengan Sederhana, Terus Galakkan Konsolidasi

Beberapa lokasi yang dikenal sebagai pusat takjil murah antara lain:

Pasar Anyar Bogor

Pasar Anyar menjadi surga takjil murah.

Mulai dari kolak, gorengan, hingga kue tradisional bisa ditemukan dengan harga ramah di kantong.

Baca Juga: DPC Gerindra Kabupaten Bogor gelar Syukuran HUT ke-18 dengan Sederhana, Terus Galakkan Konsolidasi


Jalan Suryakencana

Kawasan ini dikenal dengan jajanan tradisionalnya. Banyak pedagang menjual takjil dengan harga murah karena menggunakan resep rumahan

dan bahan lokal.


Sekitar Stasiun Bogor

Menjelang sore, kawasan sekitar stasiun dipenuhi pedagang takjil murah yang menyasar pekerja dan penumpang KRL.


Lingkungan Perumahan dan Gang-Gang Kecil

Takjil murah juga banyak dijual di depan rumah warga.

Baca Juga: Ide Jualan Takjil Paling Laris Saat Ramadan, Modal Kecil Untung Menjanjikan

Biasanya dijual oleh ibu rumah tangga dengan harga lebih terjangkau.


Takjil Murah, Penyelamat Ramadan Hemat

Bagi banyak keluarga di Bogor, takjil murah menjadi solusi untuk tetap bisa menikmati berbuka puasa tanpa harus memasak setiap hari.

Baca Juga: DPC Gerindra Kabupaten Bogor gelar Syukuran HUT ke-18 dengan Sederhana, Terus Galakkan Konsolidasi

Dengan membeli beberapa jenis takjil, menu berbuka terasa lebih variatif dan praktis.

Takjil murah juga membantu masyarakat mengatur pengeluaran selama Ramadan, terutama bagi keluarga dengan anggota banyak.***