PojokBogor.Id - Di antara sekian banyak kuliner khas Bogor yang terus diburu wisatawan, Laksa Bogor menjadi salah satu hidangan yang tidak pernah kehilangan pamornya.

Kuliner berkuah kuning dengan aroma rempah ini telah hadir sejak puluhan tahun lalu dan kini menjadi ikon yang melekat pada identitas gastronomi Kota Hujan.

Rasanya yang gurih, teksturnya yang lembut, serta campuran bahan tradisional yang kaya menjadikan laksa tetap digemari hingga sekarang.

Baca Juga: 10 Kuliner Kaki Lima Bogor di Bawah Rp 20 Ribu yang Wajib Dicoba, Murah tapi Menggugah Selera!

Laksa Bogor bukan sekadar makanan pelengkap dalam perjalanan kuliner.

Ia adalah potongan sejarah, bagian dari tradisi, sekaligus warisan budaya yang terus dipertahankan oleh banyak keluarga pedagang dari generasi ke generasi.

Setiap mangkuk laksa yang tersaji bukan hanya tentang rasa, tetapi juga kisah panjang yang diturunkan dan dirawat.


Sejarah Laksa Bogor dan Perjalanan Kuliner yang Panjang

Laksa Bogor memiliki akar kuat dalam sejarah kuliner Nusantara.

Baca Juga: Usaha Thrifting di Indonesia Semakin Mati, Kini Dilarang Berjualan Pada Platform Media Sosial Manapun!

Hidangan berbahan dasar santan dan rempah ini dipengaruhi oleh budaya Tionghoa dan Melayu yang kemudian dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Proses akulturasi tersebut menciptakan resep unik yang berbeda dari laksa di daerah lain seperti Betawi, Penang, hingga Singapura.

Jika laksa pada umumnya identik dengan mie, Laksa Bogor justru menggunakan ketupat.

Baca Juga: Bukan Hanya di Kebun Raya, Parung Bogor Kini Banyak Ditumbuhi Bunga Bangkai Jenis Suweg

Pemilihan ketupat sebagai karbohidrat utama membuat laksa versi Bogor lebih ringan dan tidak cepat membuat kenyang, sehingga cocok dikonsumsi sebagai menu makan siang atau makan malam.

Selain itu, penggunaan serundeng kelapa sebagai topping membuat rasanya semakin khas dan sulit ditemukan pada versi laksa lainnya.

Laksa Bogor mulai dikenal luas pada era 1970-an ketika beberapa pedagang rumahan membuka lapak sederhana di kawasan Gang Aut, Suryakencana, hingga wilayah sekitar Pasar Baru.

Baca Juga: Ketua PCNU Kabupaten Bogor ajak Kader Mantapkan Konsolidasi Organisasi

Dari sana, laksa menyebar dan menjadi kuliner favorit warga lokal serta wisatawan.

Meski zaman berubah dan kuliner modern sering mengambil alih ruang publik, laksa tetap bertahan sebagai bagian penting dari identitas kuliner Bogor.


Ciri Khas Laksa Bogor yang Membuatnya Berbeda

Laksa Bogor bukan sekadar hidangan berkuah santan. Ia memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh laksa daerah lain


1. Kuah Kuning yang Kaya Rempah

Warna kuning pada laksa berasal dari kunyit.

Baca Juga: Asik... Warga Bogor Mulai Cairkan Bansos BLTS Kesra Sebesar Rp900 Ribu

Kuahnya terbuat dari kombinasi santan, bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, hingga sedikit serai.

Komposisi rempah inilah yang menghasilkan aroma wangi sekaligus rasa gurih khas.

Berbeda dari laksa Betawi yang lebih pekat, laksa Bogor cenderung memiliki tekstur kuah yang sedikit cair namun tetap gurih dan kaya cita rasa.


2. Ketupat sebagai Pengganti Mie

Laksa Bogor menggunakan ketupat untuk menggantikan mie. Pemilihan ini bukan tanpa alasan.

Baca Juga: 10 Kuliner Kaki Lima Bogor di Bawah Rp 20 Ribu yang Wajib Dicoba, Murah tapi Menggugah Selera!

Tekstur ketupat yang lembut membuat kuah rempahnya terserap lebih baik dibandingkan mie.

Hal ini pula yang membuat laksa Bogor terasa lebih ringan dan cocok dinikmati kapan pun.

 

3. Serundeng Kelapa

Inilah komponen yang benar-benar membedakan Laksa Bogor dari laksa manapun.

Baca Juga: Ketua PCNU Kabupaten Bogor ajak Kader Mantapkan Konsolidasi Organisasi

Serundeng kelapa dengan rasa manis-gurih ditaburkan di atas hidangan sehingga memberikan tekstur sekaligus aroma yang unik.


4. Kemangi dan Tauge

Dua bahan ini memberikan aroma segar dan memperkaya rasa.

Baca Juga: Kabupaten Bogor Segera Hadirkan JPO Estetik Pertama di Jalan Tegar Beriman, Siap Jadi Ikon Baru Nih

Kemangi menjadi kunci aroma wangi, sedangkan tauge memberikan tekstur renyah yang menyeimbangkan kuah santan.


5. Tahu dan Ayam Suwir

Isian laksa Bogor tidak banyak, tetapi cukup untuk menambah kekayaan rasa.

Tahu memberikan tekstur lembut, sementara ayam suwir memberikan tambahan protein dengan rasa yang menyatu harmonis dengan kuah santan.


Pengalaman Menikmati Laksa di Berbagai Lokasi Bogor

Setiap kedai laksa memiliki ciri khas yang membuat pengalaman menyantap laksa semakin menarik.

Misalnya, kedai laksa di Gang Aut dikenal dengan serundengnya yang melimpah dan rasa kuah yang pekat.

Di kawasan Suryakencana, beberapa penjual menawarkan laksa versi lebih ringan yang cocok dinikmati bersama jajanan kaki lima lainnya.

Baca Juga: Kalender Tahun 2026 Jadi Surganya Long Weekend: Total 9 Kali! Catat Tanggalnya Nih

Laksa di Pasar Baru juga terkenal karena cita rasa rumahan dengan aroma kemangi yang kuat.

Sementara itu, di wilayah pinggiran Bogor, beberapa pedagang masih mempertahankan tradisi memasak menggunakan tungku atau panci tanah liat untuk menjaga rasa kuah tetap maksimal.

Setiap lokasi menawarkan pengalaman berbeda, tetapi semuanya memberikan esensi yang sama laksa Bogor adalah hidangan yang penuh tradisi dan rasa.***