POJOKBOGOR.ID - Menjelang Lebaran, suasana sore di Kota Bogor selalu punya cerita tersendiri.

Jalanan mulai ramai sejak pukul empat sore, kendaraan perlahan merapat ke pusat kuliner, dan aroma makanan menggoda mulai menyeruak di udara.

Nah, salah satu yang belakangan jadi incaran warga untuk berbuka puasa adalah sate jando.

Bagi yang belum familiar, sate jando mungkin terdengar unik.

Baca Juga: Serbuan Baju Lebaran Murah! Pasar Minggu dan Pasar Kaget Diserbu Warga, Harga Mulai Belasan Ribu

Jando sendiri merupakan bagian lemak sapi yang diolah dengan teknik khusus hingga menghasilkan tekstur empuk, juicy, sekaligus gurih maksimal.

Sekali coba, banyak yang langsung jatuh hati.

Di beberapa sudut Kota Bogor, pedagang sate jando mulai dipadati pembeli menjelang waktu berbuka.

Antrean bahkan sudah terlihat sejak satu jam sebelum azan Magrib.

Baca Juga: Antrean Tol Mulai Mengular, Petugas Turun Langsung Pakai Mobile Reader di Sentul Barat, Transaksi Jadi Ngebut!

Wah, ini jadi tanda kalau popularitasnya memang sedang naik daun.

Aroma bakaran arang yang khas menjadi daya tarik pertama.

Potongan jando yang ditusuk rapi lalu dibakar perlahan menghasilkan bunyi desisan kecil yang jujur saja, bikin perut langsung keroncongan.

Ditambah olesan bumbu kecap dan sambal kacang, rasanya makin sulit ditolak.

Salah satu pengunjung, Andi (28), mengaku sengaja datang dari luar Bogor setelah melihat rekomendasi kuliner ini di media sosial.

“Awalnya penasaran karena viral. Eh ternyata enak banget, lemaknya nggak bikin eneg,” katanya sambil tersenyum puas.

Memang, keunikan sate jando terletak pada keseimbangan rasa.

Meski berbahan dasar lemak, proses pembakaran membuat bagian luar sedikit renyah sementara bagian dalam tetap lembut.

Baca Juga: Rekomendasi Rukost yang Jarak ke Kampus IPB University Paling Ekosistem untuk Mahasiswa

Ketika dipadukan dengan lontong hangat dan sambal pedas manis, sensasinya terasa lengkap.

Menariknya lagi, harga sate jando di Bogor masih tergolong ramah di kantong.

Dengan kisaran harga yang terjangkau, pengunjung sudah bisa menikmati seporsi sate lengkap untuk berbuka puasa.

Tidak heran jika menu ini menjadi favorit anak muda hingga keluarga.

Baca Juga: Antisipasi Kemacetan Mudik, Jalur Puncak Bogor Kini Terapkan One Way

Suasana berburu sate jando saat Ramadan juga terasa lebih hidup.

Banyak pembeli datang bersama teman atau keluarga sambil menunggu waktu berbuka.

Ada yang duduk santai di kursi plastik pinggir jalan, ada juga yang memilih membungkus untuk dinikmati di rumah.

“Justru vibes nunggu bukanya itu yang seru,” ujar seorang pengunjung lain.

Obrolan ringan, suara kendaraan lewat, dan aroma sate yang terus mengepul menciptakan pengalaman kuliner yang hangat dan sederhana.

Selain rasanya yang khas, sate jando juga dianggap cocok sebagai menu buka puasa karena porsinya pas.

Tidak terlalu berat, tetapi cukup mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Apalagi jika ditemani es teh manis dingin, ah kombinasi klasik yang selalu berhasil.

Bagi warga Bogor, sate jando sebenarnya bukan kuliner baru.

Baca Juga: Jelang Lebaran, 35 Ribu Lansia di Kabupaten Bogor Mulai Cairkan BLT

Namun popularitasnya kembali meningkat karena banyak konten kreator kuliner yang mengulasnya di media sosial.

Efeknya? Banyak wisatawan kuliner berdatangan, terutama menjelang akhir Ramadan.

Kalau Anda sedang mencari rekomendasi buka puasa sebelum Lebaran di Bogor, sate jando bisa jadi pilihan menarik.

Selain rasanya unik, pengalaman makan di tengah suasana Ramadan kota hujan memberikan kesan yang berbeda.

Baca Juga: Miris! Dana Daerah Terbatas, Honor PPPK Paruh Waktu Guru di Tegal Dibayar dari BOSP, Ini Penjelasannya

Namun tetap diingat, datanglah lebih awal agar tidak kehabisan.

Soalnya, beberapa pedagang mengaku dagangannya sering habis bahkan sebelum malam tiba.

Yah, namanya juga kuliner favorit, siapa cepat dia dapat.

Akhirnya, Ramadan memang bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga momen kebersamaan lewat makanan sederhana yang menghadirkan kebahagiaan.

Dan di Bogor, sate jando tampaknya berhasil menjadi salah satu simbol kecil kebahagiaan itu.***