POJOKBOGOR.id, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 pada Selasa (25/3).
Salah satu keputusan utama dalam rapat ini adalah pembagian dividen sebesar Rp 1,12 triliun, yang setara dengan 62% dari laba bersih setelah pajak dan hak minoritas.
Ini menjadi pembagian dividen tertinggi XL Axiata dalam empat tahun terakhir.
Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham atas dukungan mereka terhadap pertumbuhan perusahaan.
Dengan angka ini, pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 85,7 per lembar saham.
Selain itu, RUPST juga menyetujui alokasi cadangan umum sebesar Rp 100 juta, sementara Rp 698,9 miliar dicatat sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan.
RUPST 2025 juga membawa perubahan dalam jajaran direksi. Dian Siswarini resmi mengundurkan diri dari posisi Presiden Direktur, bersama dengan Abhijit Navalekar dan Rico Usthavia Frans sebagai Direktur.
Rapat juga menerima pengunduran diri I Gede Darmayusa sebagai anggota direksi.
Sebagai pengganti, Rajeev Sethi ditunjuk sebagai Presiden Direktur yang baru.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Managing Director dan CEO di Robi Axiata Limited serta memiliki pengalaman di berbagai perusahaan telekomunikasi besar seperti Ooredoo Myanmar dan Grameenphone.
Berikut susunan direksi XL Axiata yang baru dan efektif per penutupan RUPST:
- Presiden Direktur: Rajeev Sethi
- Direktur: Yessie Dianty Yosetya
- Direktur: Feiruz Ikhwan
- Direktur: David Arcelus Oses
- Direktur: I Gede Darmayusa
Rapat juga menyetujui laporan tahunan 2024, menunjuk Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan sebagai auditor eksternal, serta memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi bagi direksi dan komisaris.
Di hari yang sama, XL Axiata juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menghasilkan keputusan strategis, termasuk merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk dan PT Smart Telecom.
RUPSLB menyetujui penggabungan usaha dengan Smartfren, yang menyebabkan perubahan nama perusahaan menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.
Perubahan ini bertujuan memperkuat posisi XL Axiata di industri telekomunikasi Indonesia.
Selain itu, rapat juga menyetujui perubahan susunan direksi dan dewan komisaris sebagai dampak dari merger.
Berikut jajaran dewan komisaris dan direksi baru yang efektif setelah penggabungan usaha:
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris: M. Arsjad Rasyid P.M.
- Komisaris: Vivek Sood, L. Krisnan Cahya, Nik Rizal Kamil, Sean Quek, David R. Dean
- Komisaris Independen: Retno Lestari Priansari Marsudi, Robert Pakpahan, Willem Lucas Timmermans
Direksi:
- Presiden Direktur: Rajeev Sethi
- Direktur: Antony Susilo, David Arcelus Oses, Andrijanto Muljono, Feiruz Ikhwan, Shurish Subbramaniam, Yessie D. Yosetya, Merza Fachys, Jeremiah Ratadhi
Dengan merger ini, kepemilikan XL Axiata berubah dari sebelumnya dikuasai oleh Axiata Group Berhad (AGB) menjadi kepemilikan bersama antara AGB, PT Wahana Inti Nusantara (WIN), PT Global Nusa Data (GND), dan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT).
Bagi pemegang saham yang tidak menyetujui merger, XL Axiata memberikan opsi pembelian kembali saham sesuai nilai wajar. Hal ini dilakukan sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia.
Dengan merger ini, XL Axiata semakin memperkuat bisnisnya dan siap bersaing di industri telekomunikasi dengan jaringan yang lebih luas serta layanan yang lebih baik bagi pelanggan.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi: https://www.xlaxiata.co.id/id/ruang-investor/rups.




