POJOKBOGOR.id - Sejumlah warga yang rumahnya rusak karena pembangunan underpass Stasiun Batutulis Bogor menuntut pergantian ganti rugi.
Hal itu buntut dari janji yang diberikan oleh pihak kontraktor underpass Stasiun Batutulis Bogor, dan hingga kini belum ada realisasinya.
"Orang proyek Stasiun Batutulis Bogor sempat survei Juni kemarin, dia bilang mau ada pembetulan (rumah) buat warga. Tapi sampai bulan ini nggak ada kabar lagi," kata warga terdampak, Yanuar Ahyar (41) kepada pojoksatu.id, Bogor saat didatangi ke rumahnya, Rabu (02/08/2023).
Menurut pengakuan Ahyar, pihak pemegang proyek underpass Stasiun Batutulis Bogor menjanjikan perbaikan pada 1 Juli.
Namun, kenyataannya hingga saat ini belum ada perkembangan apapun. "Sampai saat ini belum ada konfirmasi lagi, dijanjiin doang," sambung Ahyar.
Baca Juga: Penampakan Rumah Terdampak Pembangunan Stasiun Batutulis Bogor, Seperti Habis Diguncang Gempa Besar
Atas itu, dirinya meminta agar perbaikan rumah ini segera diwujudkan pihak kontraktor.
Dan, kompensasi ini diberikan berupa uang, agar perbaikan dilakukan secara mandiri pihaknya.
"Kalau bisa mending uangnya aja. Perbaiki sendiri. Soalnya sempat waktu ada wacana perbaikan, tertulis 1 kali perbaikan. Kalau rusak lagi, dia gak mau ganti," ungkap dia.
"Makanya saya keberatan kalau diperbaiki satu kali doang, soalnya proyek masih berjalan lama," ujar pria yang mengaku sejak kecil tinggal di Gang Dalam, Kelurahan Lawang Gintung itu.
Sebelumnya, sebanyak 21 rumah milik warga di Gang Dalam, RW 08, Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor rusak imbas proyek pembangunan penataan kawasan Stasiun Batutulis Bogor.
Baca Juga: Soal Rumah Rusak di Kawasan Stasiun Batutulis Bogor, Dedie Rachim Minta Lurah Lakukan Advokasi
Kerusakan rumah warga berupa retakan pada tembok bangunan, hingga lantai ambles itu terjadi akibat getaran alat berat dari proyek Underpass Batutulis.
Pantauan di beberapa rumah warga, retakan terlihat banyak di bagian lantai, dinding dan plafon rumah runtuh. Bahkan, ada satu rumah yang lantai dapurnya ambles akibat kerasnya getaran saat pemasangan tiang pancang untuk pembangunan dinding turap sebagai bagian dari proyek tersebut.
Salah satu warga terdampak, Ahyar mengaku, rumahnya rusak sejak proyek double track. Kini, rumahnya kembali terdampak oleh pembangunan kawasan Batutulis.
Atas hal itu, Ahyar pun mengaku sudah menyampaikan terkait kerusakan bangunan rumahnya kepada pihak kontraktor melalui aparatur di wilayah.
"Sudah kami sampaikan ke pengurus disini, untuk diteruskan ke PT KAI atau kontraktor pelaksana proyek. Karena getarannya bikin dinding retak dan takut roboh nimpa orang," kata dia baru-baru ini.
Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Retak Imbas Pembangunan Stasiun Batutulis Bogor
"Waktu proyek pertama (double track) ga ada kompensasi. Jangan sampai sekarang juga ga dapet," ujar Ahyar.
Sementara itu, warga terdampak lainnya Tono sempat menunjukan dua video yang direkam oleh anaknya saat terjadi getaran belum lama ini.
Dalam tayangan satu video menunjukan gelas dan piring yang berada di lemari bergetar sangat keras.
Sementara, video lainnya menunjukan air dalam bak mandi bergoyang seperti diguncang gempa bumi.
"Getaran sudah berlangsung sebulan lebih. Sehari bisa 3-4 kali terasa getaran. Waktu awal-awal getarannya sangat kuat, sampai serpihan dari atap jatuh, ada dinding yang retak, genteng bergeser," kata Tono.
Saking cemas rumahnya khawatir roboh, Tono berinisiatif mendirikan bangunan darurat.
Namun karena tidak punya biaya, bangunan yang berada di samping rumahnya itu sampai saat ini masih berupa rangka.
"Rumah saya kan bukan bangunannya yang kokoh, apalagi rumah saya tingkat dua. Jadi punya rencana mindahin barang-barang kesana, tapi belum jadi," ujar dia.
Ditempat sama, Ketua RW 08, Franki Pulung mencatat ada sekitar 21 rumah di wilayahnya yang mengalami keretakan tembok dan lantai dengan skala kerusakan yang berbeda.
"Ada penambahan lagi dua rumah, jadi total 21 rumah di tiga RT yang terdampak proyek itu," kata Franki.
Franki menyatakan pihak PT Yasapola Remaja selaku kontraktor proyek pembangunan kawasan Stasiun Batutulis dan Underpass menyatakan bersedia memperbaiki bangunan rumah warga yang rusak.
"Janjinya nanti diperbaiki kalau pengerjaan pemasangan tiang pancang Stasiun Batutulis Bogor selesai. Katanya kalau sekarang diperbaiki, takutnya nanti rusak lagi kena getaran, kan proyeknya belum beres," tandas dia. (Adi Wirman)



