POJOKBOGOR.id - Sebanyak 21 rumah milik warga di Gang Dalam, RW 08 Kelurahan Lawang Gintung, Bogor Selatan mengalami kerusakan imbas aktivitas proyek pembangunan penataan kawasan Stasiun Batutulis Bogor.

Kerusakan rumah warga yang berada di dekap proyek Stasiun Batutulis Bogor, berupa retakan pada tembok bangunan hingga lantai ambles.

Diduga penyebabnya karena getaran alat berat dari proyek Underpass Stasiun Batutulis Bogor.

Baca Juga: Pemkot Bogor Siapkan Desain Pembangunan Drainase di Lahan Calon Kantor Pemerintahan

Terlihat banyak retakan di bagian lantai, dinding dan plafon rumah runtuh.

Bahkan, ada satu rumah yang lantai dapurnya amblas akibat kerasnya getaran saat pemasangan tiang pancang untuk pembangunan dinding turap sebagai bagian dari proyek tersebut.

Salah satu warga terdampak, Ahyar mengaku, rumahnya rusak sejak adanya proyek pengerjaan double track Bogor-Sukabumi. Kini, rumahnya kembali terdampak oleh pembangunan kawasan Batutulis.

Oleh karena itu, Ahyar pun mengaku sudah menyampaikan terkait kerusakan bangunan rumahnya kepada pihak kontraktor melalui aparatur di wilayah.

Baca Juga: Akhirnya Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor Masuk Tahap Akhir, Nanti Nyambung Sampai Alun Alun

“Sudah kami sampaikan ke pengurus disini, untuk diteruskan ke PT KAI atau kontraktor pelaksana proyek,” kata dia baru-baru ini.

Menurut dia, getaran dari aktivitas proyek tersebut sangat kenang sehingga membuat dinding retak dan khawatir rumahnya roboh menimpa penghuni.

“Waktu proyek pertama (double track) ga ada kompensasi. Jangan sampai sekarang juga ga dapet,” ujar Ahyar.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Otista Lampaui Target, Saat ini Masuk Tahap Pengecoran

Sementara itu, warga terdampak lainnya Tono sempat menunjukan dua video yang direkam oleh anaknya saat terjadi getaran belum lama ini.

Dalam tayangan satu video menunjukan gelas dan piring yang berada di lemari bergetar sangat keras. Sementara, video lainnya menunjukan air dalam bak mandi bergoyang seperti diguncang gempa bumi.

“Getaran sudah berlangsung sebulan lebih. Waktu awal-awal getarannya sangat kuat, sampai serpihan dari atap jatuh, ada dinding yang retak, genteng bergeser,” kata Tono.

Saking cemas rumahnya khawatir roboh, Tono berinisiatif mendirikan bangunan darurat. Namun, karena tidak punya biaya, bangunan yang berada di samping rumahnya itu sampai saat ini masih berupa rangka.

“Rumah saya kan bukan bangunannya yang kokoh, apalagi rumah saya tingkat dua. Jadi punya rencana mindahin barang-barang kesana, tapi belum jadi,” ucap dia.

Ketua RW 08 Kelurahan Lawang Gitung, Franki Pulung mencatat ada sekitar 21 rumah di wilayahnya yang mengalami keretakan tembok dan lantai dengan skala kerusakan yang berbeda.

“Ada penambahan lagi dua rumah, jadi total 21 rumah di tiga RT yang terdampak proyek itu,” kata Franki.

Franki menyatakan, pihak PT Yasapola Remaja selaku kontraktor proyek pembangunan kawasan Stasiun Batutulis dan Underpass menyatakan bersedia memperbaiki bangunan rumah warga yang rusak. Namun, pihak kontraktor meminta agar perbaikan dilakukan usai selesai melakukan pekerjaannya.

“Janjinya nanti diperbaiki kalau pengerjaan pemasangan tiang pancang selesai. Katanya kalau sekarang diperbaiki, takutnya nanti rusak lagi kena getaran, kan proyeknya belum beres,” tukas dia.