POJOKBOGOR.id – Pohon Karet Kebo raksasa yang berdiri gagah di depan Balai Kota Bogor akhirnya harus menyerah pada usia dan gravitasi.
Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor menebang pohon berusia sekitar 50 tahun itu karena sudah miring sekitar 60 derajat dan berisiko tumbang ke jalan.
Pemotongan dilakukan di Jalan Juanda, Bogor Tengah, Kamis (6/11/2025).
Prosesnya berlangsung hati-hati, melibatkan petugas dari Satlantas Polresta Bogor Kota dan Dinas Perhubungan (Dishub) yang berjaga untuk mengatur lalu lintas agar warga tetap bisa melintas dengan aman.
Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor, Devi Librianti, mengakui bahwa keputusan ini bukan perkara mudah.
Pohon itu bukan sembarang pohon, ia saksi bisu perubahan wajah Kota Bogor selama setengah abad.
“Pohon ini sudah kami kaji cukup lama. Memang termasuk pohon tua dan bersejarah, tapi kondisinya rusak parah. Akar, batang, dan kambiumnya sudah tidak kuat lagi,” kata Devi di lokasi.
Menurut Devi, posisi pohon yang miring di pinggir jalan bisa membahayakan pengguna kendaraan, apalagi saat hujan deras.
Karena itu, pihaknya memutuskan untuk menebang pohon sepenuhnya.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat dan pemerhati lingkungan. Ini keputusan berat, tapi keselamatan warga lebih utama,” ujarnya.
Pemangkasan dilakukan pada siang hari, bukan malam seperti biasanya.
Alasannya, hujan yang sering turun membuat batang pohon licin dan berbahaya bagi pekerja.
“Keselamatan pekerja juga prioritas. Jadi kami lakukan siang hari dengan bantuan skylift supaya aman,” tambah Devi.
Disperumkim memastikan, setelah penebangan selesai, akan ada penanaman pohon pengganti di sekitar lokasi.
Tujuannya, agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga meski satu ikon hijau kota harus gugur di usia senjanya.




.webp)