BOGOR.POJOKSATU.id - Kematian Anggi Auliya Arsyad, perempuan berusia 52 tahun asal Kemang, Kabupaten Bogor, masih menyisakan tanda tanya.
Anggi ditemukan tewas tergeletak di kawasan Simpang Yasmin, Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Sabtu (23/5/2026) dini hari.
Saat pertama kali ditemukan sekitar pukul 01.15 WIB, korban belum diketahui identitasnya. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Tim Inafis Polresta Bogor Kota untuk proses identifikasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berinisial A, berusia 52 tahun, dan merupakan warga Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Setelah identitas korban terungkap, polisi langsung mendatangi rumah korban untuk meminta keterangan dari pihak keluarga.
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia, Anggi sempat berpamitan keluar rumah. Ia disebut pergi untuk ngopi bersama seorang temannya.
“Pada pukul 22.00 WIB, korban pamit mau ngopi di luar sama temannya menggunakan kendaraan mobil Toyota Yaris warna orange Nopol B 2903 SKK,” ungkap Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi.
Namun beberapa jam setelah berpamitan, Anggi justru ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di kawasan Simpang Yasmin.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab kematian korban dan menggali keterangan dari sejumlah pihak.
Sementara itu, informasi yang beredar menyebut terduga pelaku merupakan mantan kekasih korban. Polisi juga telah mengamankan seorang pria yang diduga terkait dengan kematian Anggi di ruas tol arah Paseh, Sumedang, Jawa Barat.
Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam Dwi, membenarkan bahwa terduga pelaku sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat.
“Info awal, pelaku sudah diamankan, ditangkap. Pelaku masih diamankan untuk sementara di Polda. Ya, di Polda Jabar. Ditangkapnya di tol arah Paseh,” ujar Ipda Imam, Sabtu (23/5/2026).
Meski begitu, kronologi lengkap serta motif di balik kematian Anggi belum disampaikan secara resmi. Polisi masih berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat untuk mengungkap kasus tersebut. ***



