POJOKBOGOR.ID - Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di kawasan kampus.

Di sekitar IPB Dramaga, IPB Vokasi, hingga Universitas Pakuan, masjid-masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang kebersamaan bagi para mahasiswa yang merantau dan jauh dari keluarga.

Setiap malam, selepas azan Isya berkumandang, ratusan mahasiswa terlihat berjalan kaki atau berboncengan menuju masjid terdekat.

Baca Juga: Pembebasan Lahan Pembangunan Underpass Citayam Diperkirakan Telan Anggaran Rp80 Miliar

Dengan mengenakan pakaian muslim sederhana, mereka berbaur dengan warga sekitar, mengisi saf-saf shalat Tarawih yang penuh kekhusyukan.


Tarawih, Ritual Malam yang Dinanti Mahasiswa

Bagi banyak mahasiswa, shalat Tarawih menjadi momen yang selalu dinanti selama Ramadan.

Selain sebagai ibadah sunnah, Tarawih juga menjadi sarana melepas rindu akan suasana Ramadan di kampung halaman.

Baca Juga: 15 Menu Takjil Paling Dicari Saat Ramadan, Cocok untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Di Masjid Al-Hurriyah IPB Dramaga, suasana Tarawih terasa hidup. Jamaah dari kalangan mahasiswa memenuhi lantai utama hingga serambi masjid.

Bacaan imam yang tartil dan merdu membuat suasana menjadi tenang dan khusyuk.

“Kalau Tarawih di sini rasanya seperti pulang ke rumah,” ungkap salah satu mahasiswa IPB yang tinggal di sekitar Dramaga.


Masjid Kampus Jadi Titik Temu Kebersamaan

Masjid-masjid di lingkungan kampus kerap menjadi titik temu mahasiswa lintas fakultas dan angkatan.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Jual Takjil Terfavorit di Bogor, Selalu Diserbu Pembeli

Mereka yang jarang bertemu di kelas, justru sering berpapasan di masjid saat Tarawih.

Di masjid sekitar IPB Vokasi dan Universitas Pakuan, kebersamaan terasa semakin kuat.

Setelah Tarawih, sebagian mahasiswa memilih duduk sejenak, berbincang ringan, atau sekadar bersalaman dengan teman-teman baru.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Jual Takjil Terfavorit di Bogor, Selalu Diserbu Pembeli

Tak jarang, obrolan sederhana tentang kuliah, organisasi, hingga rencana mudik mencairkan suasana malam Ramadan.


Mahasiswa Perantau dan Makna Ramadan

Bagi mahasiswa perantau, Ramadan di Bogor memiliki cerita tersendiri.

Keterbatasan waktu dan jarak membuat mereka tidak selalu bisa pulang ke kampung halaman.

Baca Juga: Tandanya Sudah Mulai Terlihat, Gempa Bumi di Pacitan Dipastikan Berjenis Megathrust!

Masjid menjadi tempat untuk menemukan kembali suasana kekeluargaan.

Senyum jamaah, sapaan pengurus masjid, hingga kebersamaan dalam shalat Tarawih menghadirkan rasa hangat di tengah kesibukan akademik.

“Tarawih bareng teman-teman bikin Ramadan terasa lebih ringan,” kata seorang mahasiswa Universitas Pakuan.


Perpaduan Mahasiswa dan Warga Sekitar

Keunikan Tarawih di sekitar kampus IPB dan Unpak adalah perpaduan jamaah mahasiswa dan warga lokal.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Jual Takjil Terfavorit di Bogor, Selalu Diserbu Pembeli

Tidak ada sekat, semua berdiri sejajar dalam saf yang sama.

Warga sekitar kampus pun menyambut kehadiran mahasiswa dengan terbuka.

Beberapa masjid bahkan menyediakan takjil sederhana atau air minum untuk jamaah Tarawih.

Interaksi ini menciptakan suasana Ramadan yang inklusif dan penuh toleransi.

Tarawih sebagai Ruang Refleksi

Di tengah jadwal kuliah, tugas, dan aktivitas organisasi, Tarawih menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Jual Takjil Terfavorit di Bogor, Selalu Diserbu Pembeli

Malam-malam Ramadan dimanfaatkan untuk menenangkan diri dan memperbaiki kualitas ibadah.

Masjid-masjid kampus yang tenang dan tertata rapi membantu mahasiswa lebih fokus menjalani ibadah.

Cahaya lampu masjid yang hangat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an menambah kekhusyukan.


Ramadan yang Membekas di Masa Studi

Bagi sebagian mahasiswa tingkat akhir, Ramadan di kampus bisa menjadi salah satu yang terakhir sebelum lulus.

Baca Juga: Tandanya Sudah Mulai Terlihat, Gempa Bumi di Pacitan Dipastikan Berjenis Megathrust!

Kenangan Tarawih berjamaah bersama teman-teman menjadi memori yang akan terus dikenang.

Suasana sederhana, berjalan kaki menuju masjid, hingga berbagi cerita selepas Tarawih menjadi bagian dari perjalanan hidup yang tidak tergantikan.


Spirit Ramadan di Lingkungan Kampus

Tarawih di sekitar kampus IPB Dramaga, IPB Vokasi, dan Universitas Pakuan bukan sekadar ibadah rutin.

Baca Juga: Berdekatan dengan Ramadhan, Gerhana Matahari Cincin Bakal Terjadi 17 Februari 2026 Mendatang

Ia menjadi simbol kebersamaan, ketenangan, dan penguat spiritual di tengah kehidupan mahasiswa.

Ramadan di lingkungan kampus membuktikan bahwa masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi juga ruang tumbuhnya nilai persaudaraan dan empati.***