BOGOR.POJOKSATU.id - Seorang pria berinisial GR berusia 23 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari area jembatan di kawasan Sungai Cipakancilan, Kampung Keramat, Kelurahan Panaragan, Kota Bogor.
Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari dan sempat membuat warga sekitar geger. Korban awalnya masih sempat dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya dugaan peristiwa bunuh diri.
“Mendatangi TKP bunuh diri dengan cara meloncat dari jembatan dan jatuh ke trotoar jalan samping Sungai Cipakancilan. Korban inisial GR (23),” kata Kompol Waluyo.
Menurut Waluyo, warga sempat melihat korban saat berada di lokasi sekitar pukul 11.40 WIB. Setelah kejadian, warga kemudian memanggil warga lainnya untuk membantu proses evakuasi.
Saat ditemukan, korban disebut masih dalam kondisi hidup. Warga kemudian membawa korban ke RS PMI Bogor untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, akibat luka berat di bagian kepala, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 13.23 WIB.
“Warga yang melihat korban loncat langsung memanggil warga lainnya. Lalu warga datang dan melihat korban masih hidup, kemudian langsung membawa ke RS PMI dan dinyatakan meninggal di RS PMI sekira jam 13.23 WIB,” ujar Waluyo.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jembatan.
Dugaan tersebut turut diperkuat keterangan pihak keluarga. Menurut keluarga, sebelum kejadian korban sempat membuat unggahan di akun Instagram Story miliknya yang berisi pernyataan akan bunuh diri.
“Menurut keluarga korban bahwa ternyata korban sebelum bunuh diri sudah membuat Instagram Story dan menyatakan akan bunuh diri,” kata Waluyo.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
“Jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka Sinar Kasih,” imbuhnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda krisis emosional di sekitar.
Bila melihat keluarga, teman, atau orang terdekat menunjukkan tanda ingin menyakiti diri, segera dampingi dan hubungi bantuan profesional atau layanan darurat terdekat.***



