POJOKBOGOR.id - Biskita Transpakuan Kota Bogor kembali berhenti beroperasi di awal tahun ini.
Kepala Dinas Perhuhungan (Kadishub) Kota Bogor Sujatmiko Baliarto mengatakan, Biskita Transpakuan Kota Bogor berhenti beroperasi sejak Kamis 1 Januari 2026.
Pemberhentian Biskita Transpakuan Kota Bogor disebabkan berakhirnya kontrak kerja sama antara Pemkot Bogor dengan PT Kodjari sudah.
“Per 31 Desember itu selesai (kontrak). Per 1 Januari otomatis tidak ada pengadaan jasa,” katq Sujatmiko, Jumat 2 Januari 2026.
Penghentian operasional Biskita Transpakuan Kota Bogor berlaku untuk semua koridor.
Semua koridor tidak bisa melayani warga sampi batas waktu yang belum ditentukan.
"Tapi mudah mudhaan cepat,” ujarnya.
Pemberhentian Biskita Transpakuan Kota Bogor bukan kali pertama.
Tahun lalu atau 2025 pada tanggal 1 Januari Biskita saat itu berhenti.
Saat itu disebabkan karena adanya perubahan lembaga Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menjadi Direktorat Jendral (Ditjen) Integrasi Transportasi Multimoda.
Program Buy The Service (BTS) Biskita Transpakuan Kota Bogor pun akhirnya dihentikan sementara waktu, oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) selama empat bulan atau sampai April 2026.
Pada 8 April 2025 moda transportasi umum itu akhrinya kembali mengaspal namun hanya dua koridor saja yakni Koridor 1 dan 2.
Pemkot terus berupaya hingga akhirnya pada tanggal 6 Oktober 2025 lalu, dua koridor yakni Koridor 5 dan 6 beroperasi.
Untuk Koridor K5 melayani rute Ciparigi hingga Stasiun Bogor, dan Koridor K6 melintas dari Parungbanteng hingga Stasiun Bogor.
Jadi total layanan Biskita Transpakuan Kota Bogor yang sempat beroprasi pada tahun 2025 sebanyak empat koridor.



