POJOKBOGOR - Masa jabatan wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto tersisa kurang dari sebulan. Posisi Bima Arya akan digantikan oleh Pj Wali Kota Bogor yang ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

DPRD Kota Bogor telah menetapkan 3 nama calon Pj Wali Kota Bogor yang diusulkan ke Kemendagri.

Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Barat pun demikian. Pemprov Jabar telah menetapkan 3 calon Pj Wali Kota Bogor yang diusulkan untuk menggantikan Bima Arya.

Baca Juga: Polres Bogor Ungkap 64 Perkara Narkotika dalam 3 Bulan

Sumber Pojoksatu.id menyebutkan 3 calon Pj Wali Kota Bogor yang ditetapkan DPRD yakni Syarifah Sofiah Dwikorawati, Suharto, dan Erwin Wicaksono. Berikut profil calon Pj Wali Kota Bogor:

1. Syarifah Sofiah Dwikorawati

Syarifah Sofiah saat ini menjabat sebagai Sekda Kota Bogor. Ibu satu anak ini lahir pada 10 November 1964. Ia tercatat sebagai sekda perempuan pertama di Kota Bogor.

Baca Juga: Polresta Bogor Kota Tangkap Ratusan Remaja, Ada yang Terlibat Judi Online Juga

Sebelum dilantik menjadi Sekda Kota Bogor, Syarifah merupakan pejabat daerah Kabupaten Bogor. Syarifah sempat menduduki beberapa jabatan eselon II di Kabupaten Bogor.

Syarifah pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Lalu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Syarifah lahir dan dan besar di Kota Bogor. Ia tercatat sebagai alumni SD Pengadilan 1 Kota Bogor, SMP Negeri 4 Kota Bogor, dan SMA Negeri 2 Kota Bogor.

Baca Juga: Asisten Prabowo Subianto Ungkap Dukungan Rencana Aji Jaya Bintara jadi Calon Wali Kota Bogor

Syarifah menyelesaikan pendidikan S1 Perikanan IPB, S2 Magister Saint Ilmu Pengelolaan dan Sumber Daya Alam IPB, dan S3 Doktor Ilmu Pengelolaan dan Sumber Daya Alam di IPB.

2. Suharto

Suharto saat ini menjabat sebagai Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, sekaligus sebagai Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Suharto bukan orang baru di lingkungan Pemkot Bogor. Ia pernah menduduki jabatan strategis di Pemkot Bogor, baik di era Wali Kota Diani Budiarto maupun Bima Arya.

Lulusan D3 Balai Diklat ALLAJR tahun 1988 itu pernah menjabat sebagai Kepala Dinas LLAJ (sekarang Dishub) Kota Bogor pada tahun 2011 - 2014.

Saat itu, Kota Bogor dipimpin Wali Kota Diani Budiarto, yang menjabat pada masa periode kedua 2009-2014. Pada tahun 2014, Suharto ditunjuk menjadi Asisten Setda Kota Bogor.

Lalu, pada masa Wali Kota Bogor Bima Arya yang menjabat sejak 2014 pada masa periode pertama, Suharto diberi mandat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembanguann (Bappeda) Kota Bogor pada tahun 2015 - 2016.

Selepas dari Kota Bogor, ia hijrah ke Kemenhub dan menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek pada tahun 2016.

Kemudian, menjabat Ketua STTD pada tahun 2017 - 2019, Sekretaris BPSDM Perhubungan pada tahun 2019, dan Kepala PPSDM Perhubungan Darat pada tahun 2019.

Suharto merupakan lulusan D3 Balai Diklat ALLAJR tahun 1988. Ia melanjutkan pendidikan D4 Pusdiklat Perhubungan Darat pada tahun 1991.

Suharto menyelesaikan studi S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Jakarta pada tahun 2000.

3. Erwin Wicaksono

Kepala Istana Kepresidenan Bogor, Sekretariat Presiden, Erwin Wicaksono. Erwin dilantik menjadi Kepala Istana Bogor pada Senin, 12 November 2018.

Selain tiga calon yang diusulkan oleh DPRD Kota Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengusulkan tiga calon Pj Wali Kota Bogor.

Salah satu calon yang diusulkan Pemprov Jabar ke Kemendagri yakni Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah. Dua lainnya adalah pejabat eselon II di laingkungan Pemprov Jabar.

Selain diusulkan DPRD Kota Bogor dan Pemprov Jabar, Syarifah Sofiah juga didukung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Meskipun begitu, Syarifah Sofiah tetap sulit menjabat sebagai Pj Walikota Bogor. Sebab, dia akan pensiun pada November 2024. Padahal, November adalah masa-masa kritis karena Pemkot Bogor sedang melakukan pesta demokrasi Pilwalkot Bogor 2024.

Kabarnya calon kuat Pj Wali Kota Bogor berasal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sebelumnya, Asmawa Tosepu disiapkan oleh Kemendagri untuk menjadi Pj Wali Kota Bogor pada Desember 2023 lalu. Bahkan, kabarnra SK Asmawa Tosepu sebagai Pj Walikota Bogor sudah terbut.

Pada saat bersamaan, Wali Kota Bogor Bima Arya cs melayangkan gugatan ke MK. Ia memprotes masa jabatan kepala daerah yang dipotong.

Gugatan Bima Arya cs dikabulkan, sehingga masa jabatannya batal dipangkas pada Desember 2023. Masa jabatan Bima Arya baru berakhir pada April 2024.

Karena keputusan itulah, maka Asmawa Tosepu yang tadinya disiapkan menjadi Pj Wali Kota Bogor, ditunjuk menjadi Pj Bupati Bogor pada Desember 2023 lalu. 

Sebelumnya DPRD Kota Bogor menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) membahas usulan calon yang akan menjadi Pj Wali Kota Bogor pada Kamis, 30 November 2023.

Rapim sendiri dilakukan setelah 8 Fraksi yang ada di DPRD Kota Bogor menyerahkan usulan nama Calon Pj Wali Kota Bogor ke pimpinan DPRD Kota Bogor.

"Masing-masing Fraksi sudah mengusulkan, dan sudah selesai dibahas juga (mengerucut jadi 3 nama)," kata Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto.

"Namun surat resminya belum dikirimkan (ke Kemendagri), kami harus melengkapi beberapa kelengkapan administrasi termasuk CV dari masing-masing nama tersebut," sambung dia.

Disinggung siapa saja ketiga nama tersebut, Atang Trisnanto enggan membukanya. Dirinya hanya menyebut bahwa usulan nama Calon Pj Wali Kota Bogor dari masing-masing kebanyakan hampir sama.

"Hampir sama semuanya usulannya, karena kita punya nafas, semangat dan harapan yang sama, hampir sebagian besar nama yang diusulkan itu sama," ucap dia.

"Nama resmi belum bisa dituliskan, kalau usulan dari Fraksi bisa langsung ditanyakan ke masing-masing Ketua Fraksi," tandas Ketua DPRD Kota Bogor. ***