POJOKBOGOR.id - Polsek Cileungsi menangkap 12 remaja hendak menggelar aksi tawuran di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (12/8). Polisi pun mendapati barang bukti berupa celurit berukuran 1 meter.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Zulkarnaen menjelaskan, 12 remaja tersebut ditangkap saat mereka sedang berkumpul di Jalan Raya Narogong. Saat petugas datang, mereka coba melarikan diri.
"Kami berupaya cepat menangkap mereka dengan melakukan penyisiran hingga mengamankan mereka yang mau tawuran," kata Zulkarnaen, Minggu (13/8).
Baca Juga: Polisi Tangkap 8 Remaja hendak Tawuran di Gunungputri Bogor
Para remaja tersebut digelandang ke Mapolsek Cileungsi untuk didata. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan, diketahui mereka berstatus sebagai pelajar di beberapa SMK dan SMP di wilayah Cileungsi dan Klapanunggal.
"Kita temukan juga celurit berukuran 1 meter. Kami amankan mereka di Polsek Cileungsi untuk pemeriksaan dan pemanggilan orang tua," tegas Zulkarnaen.
Sebelumnya Polsek Klapanunggal menangkap seorang pelajar pelaku tawuran di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Kamis (3/8) sekitar pukul 07.00 WIB. Celurit warna kuning diamankan polisi.
Baca Juga: Hendak Tawuran, Lima Remaja di Bogor Ketahuan Sembunyikan Senjata Tajam Dalam Tas Gitar
Kapolsek Klapanunggal, AKP Irrine Kania Defi mengungkapkan, satu pelaku terkena sabetan senjata tajam, dalam tawuran yang melibatkan SMA Yayasan Pendidikan Amal Mulia (Yapam) dengan SMK Muhamadiyah (Dosqi) Cileungsi.
"Kami terima laporan dari warga bahwa ada aksi tawuran pagi tadi. Kemudian anggota datang ke lokasi. Kami amankan satu orang beserta barang bukti celurit warna kuning," kata Irrine.
Dia mengungkapkan, tawuran pecah ketika pelajar SMA Yapam hendak berangkat sekolah didatangi pelajar SMK Muhamadiyah, yang kemudian terjadi bentrokan antara dua kelompok pelajar tersebut.
Baca Juga: Dibantu Musang, Polisi Tangkap 13 Anak SMP yang Hendak Tawuran
"Ada korban luka berinisial RA, usia 16 tahun. Dia mengalami luka pada bagian wajah dan telapak tangan kiri. Saat ini dirawat di RSUD Cileungsi. Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan," kata Irrine. ***



