POJOKBOGOR.id - Kota Bogor kembali dihebohkan dengan aksi pencurian tanaman langka di Kebun Raya Bogor (KRB).
Kali ini, targetnya adalah kantung semar, sebuah flora di Kebun Raya Bogor yang memiliki nilai konservasi tinggi.
Pelaku yang diketahui berinisial JE, warga Jakarta, ternyata tidak sekali saja melakukan aksinya.
Ia tertangkap tangan saat mencoba kembali mencuri pada Sabtu, 6 Juni 2026, setelah sebelumnya berhasil membawa kabur beberapa spesimen kantung semar di Kebun Raya Bogor.
Kejadian ini mencoreng nama baik salah satu destinasi wisata edukasi ternama di Indonesia.
Pihak pengelola Kebun Raya Bogor, PT Mitra Natura Raya (MNR), membenarkan bahwa JE telah dua kali melakukan percobaan pencurian.
Penangkapan pelaku pada percobaan kedua ini tidak lepas dari kewaspadaan petugas yang telah mencurigai gerak-geriknya.
General Manager PT MNR, Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa sebelum penangkapan, petugas telah melakukan pengintaian secara diam-diam terhadap JE.
"Pelaku tertangkap basah pada pencurian kedua kalinya setelah kami pantau secara saksama," ujar Zainal, Selasa 9 Juni 2026.
Tindakan tegas ini diambil untuk melindungi koleksi tanaman langka yang menjadi aset penting bagi penelitian dan pelestarian.
Sebelumnya, aksi pencurian pertama yang dilakukan JE sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di beberapa titik strategis Kebun Raya Bogor.
Rekaman tersebut menjadi bukti awal yang mengarah pada pelaku. Pejabat Humas Kebun Raya Bogor, Desy Susilawati, menjelaskan bahwa pencurian terhadap tanaman koleksi konservasi ini terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kantung semar, dengan nama ilmiah Nepenthes, merupakan salah satu jenis tanaman yang dilindungi dan sangat berharga di Kebun Raya Bogor.
"Telah terjadi tindak pencurian kantung semar, yang merupakan salah satu koleksi konservasi di area Kebun Raya Bogor. Kantung semar merupakan tanaman langka dan dilindungi di dalam Kebun Raya Bogor," tegas Desy dalam keterangan tertulisnya pada Senin (8/6).
Setelah berhasil mengidentifikasi pelaku berkat rekaman CCTV dan informasi intelijen dari petugas lapangan, JE kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. "Terduga pelaku yang diketahui bernama JE berasal dari Jakarta, telah diamankan untuk selanjutnya diserahkan ke pihak yang berwajib untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tambahnya.
Kepala Polsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, yang turut menangani kasus ini, merinci jenis-jenis kantung semar yang berhasil dicuri oleh JE. Di antaranya adalah satu spesimen tanaman Nepenthes clipeteata, satu spesimen Nepenthes ventricoca hybrid, dan satu spesimen Treubiana maxima talagensis. Tanaman-tanaman ini memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, menjadikannya incaran para kolektor tanaman langka.
Saat diinterogasi oleh petugas kepolisian, JE mengaku bahwa motifnya mencuri adalah untuk menambah koleksi pribadinya di rumah. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pelaku memiliki ketertarikan pribadi terhadap jenis tanaman tersebut, namun memilih cara yang ilegal untuk memenuhinya.
"Alasan mencuri dengan maksud untuk dikoleksi di rumahnya," ungkap Waluyo. Menindaklanjuti pengakuan tersebut, tim dari Polsek Bogor Tengah bersama dengan Polresta Bogor segera melakukan tindakan lanjutan. Mereka berencana untuk mendatangi kediaman pelaku guna mengamankan kembali seluruh tanaman langka yang telah dicurinya. Upaya ini penting untuk memastikan semua barang bukti dapat dikembalikan ke Kebun Raya Bogor dan mencegah peredaran tanaman langka hasil curian di pasar gelap.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat akan pelestarian flora dan fauna langka. Kebun Raya Bogor, sebagai pusat konservasi dan penelitian, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga koleksinya dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Pengawasan yang lebih ketat dan kesadaran publik yang lebih tinggi diperlukan agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan. Pihak pengelola KRB berharap proses hukum terhadap JE dapat berjalan lancar dan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serupa.



