POJOKBOGOR.id - Merespons persoalan kualitas udara ataupun polusi, Pemkot mulai mengkaji sejumlah rencana bagi ASN di Kota Bogor.
Selain pola bekerja dari rumah (WFH), dipertimbangkan juga ASN di Kota Bogor menggunakan transportasi massal Biskita Trans Pakuan untuk menuju kantor.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, pemkot mengkaji pemanfaatan Biskita Trans Pakuan sebagai moda transportasi ASN di Kota Bogor untuk menuju Balai Kota Bogor maupun kantor masing-masing perangkat daerah.
Baca Juga: Gegara Ikan Hilang Pria di Bogor Kena Bacok, Buntutnya Malah Panjang di Kantor Polisi
Karena itu, menurut Dedie, sebagai salah satu upaya menekan polusi, kata dia, paling tidak dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Karena masalah polusi udara ini menjadi tanggung jawab bersama.
"Ini sedang dipertimbangkan untuk penggunaan Biskita Trans Pakuan dan juga WFH. Sedang kita pikirkan, tapi belum kita putuskan," kata Dedie.
Dedie mengatakan, Pemkot Bogor pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan transportasi publik, juga sarana trotoar untuk berjalan kaki. Untuk kenyamanan pejalan kaki, Pemkot Bogor membenahi sejumlah jalur pedestrian.
Baca Juga: Mahasiswi IPB Meninggal Dunia saat Lakukan Penelitian di Laboratorium yang Tiba-tiba Terbakar
Menurut Dedie, perlu ada satu gerakan bersama untuk mengurangi polusi udara, salah satunya mengkaji penggunaan moda trasportasi massal ASN di Kota Bogor.
"Misalnya ke warung, ke tetangga, cukup jalan kaki. Jarak dekat enggak usah pakai kendaraan karena emisi dari karbon dioksida sudah pada tingkat yang mencemaskan," kata Dedie.



