POJOKSATU.id - Naiknya angka stunting di Kota Bogor membuat Pemerintah Kota Bogor bergerak cepat. Seperti diketahui, angka stunting sendiri naik 18,7 persen dari sebelumnya 16 persen.
Sementara itu Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan akan melakukan langkah-langkah cepat dan memastikan semua pihak bergerak.
“Pendamping keluarga, dasawisma, meja 6 7 Posyandu, intervensi spesifik, intervensi sensitif dan edukasi digiatkan bersama Forkopimda, kepolisian akan turun melakukan pemetaan juga,” kata Bima Arya belum lama ini.
Di samping itu, dia meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) berada di garda terdepan. Yakni untuk menyambungkan antara Kelompok Wanita Tani (KWT), urban farming, program Bogor Berkenun, dengan kebutuhan pangan bagi yang berisiko stunting. Seperti supply untuk sayur, buah, dan ternak atau daging yang terjangkau dan murah.
“Kemudian bersama Kementerian Agama (Kemenag) kami fokus untuk edukasi pengantin agau pasangan baru menikah. Jadi kami gerak cepat untuk memobilisasi semua elemen,” tegasnya.
Disinggung soal data stunting yang berbeda, Bima menegaskan dia akan berpatokan kepada nasional dalam hal ini adalah Kementerian Kesehatan.
"Saya tidak ingin berdebat soal data, kita pakai nasional," tutup Bima.
(Adi Wirman)



