POJOKBOGOR.id– Transportasi massal Biskita Transpakuan dipastikan akan tetap melayani masyarakat Kota Bogor di dua koridor utama pada 2025, meskipun subsidi dari pemerintah pusat dihentikan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga efisiensi layanan dan memastikan kenyamanan penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menjelaskan bahwa dua koridor yang dipertahankan adalah Koridor 1 dan 2, yang memiliki angka pengguna atau load factor tertinggi.
“Kami berharap waktu tunggu semakin cepat dan pelayanan tetap optimal. Prinsipnya, mengurangi koridor agar layanan lebih fokus dan efisien,” ujar Marse.
Berdasarkan evaluasi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, pada September 2024, Koridor 1 mencatat load factor sebesar 65,23 persen, sementara Koridor 2 bahkan melampaui target dengan capaian 111,89 persen.
“Demand tertinggi ada di dua koridor ini. Sayang jika dihapus, karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan layanan ini untuk mobilitas harian,” tambahnya.
Untuk mendukung kelangsungan operasional, DPRD Kota Bogor telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar dalam APBD 2025.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menyebutkan bahwa dana tersebut akan digunakan dengan mekanisme pembelian layanan atau buy the service (BTS).
“Kami baru bisa mengalokasikan Rp10 miliar untuk tahun depan. Namun, anggaran tambahan akan diajukan melalui mekanisme perubahan anggaran di pertengahan tahun,” kata Adityawarman.
Sebelumnya, Dishub Kota Bogor mengajukan kebutuhan sebesar Rp30 miliar untuk mengoperasikan empat koridor, tetapi disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk tetap menyediakan transportasi massal yang terjangkau dan andal bagi masyarakat.
Meski hanya dua koridor yang beroperasi, efisiensi layanan diharapkan mampu menjaga kualitas dan kenyamanan penumpang.
Biskita Transpakuan menjadi salah satu simbol upaya Kota Bogor dalam mendorong mobilitas masyarakat dengan transportasi ramah lingkungan dan terjangkau.
Keberlanjutan layanan ini diharapkan menjadi solusi mobilitas perkotaan yang lebih baik di masa depan.***




