POJOKBOGOR.id - Pemkot Bogor meminta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempercepat pengerjaan bekas longsor di Batutulis, Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebutkan hingga hari ini pengerjaan perbaikan longsor di Batutulis yang mengarah ke underpass belum selesai.
Sehingga rencana Pemkot Bogor untuk membangun akses sementara jalur longsor di Batutulis tersebut belum bisa terlaksana.
Baca Juga: Koridor Transjabodetabek Bogor - Jakarta Resmi Beroperasi Mulai Hari Ini, Segini Ongkosnya
“Bahwa kami butuh percepatan. Pemkot hari ini tidak bisa apa-apa, bahkan untuk membangun jembatan sementara untuk dilintasi roda dua. Karena turap dan tanah itu belum diperbaiki yang itu memang tanggung jawab Balai Teknik Perekeretaapian wilayah 1 Jabar,” beber Jenal Mutaqin.
Dari informasi Dirjen Perkeretaapian bahwa mereka menyanggupi dua bulan pengerjaan perbaikan longsor di Batutulis. Namun, Jenal Mutaqin kembali menegaskan bahwa lebih cepat pengerjaan lebih baik.
“Ada warga juga yang menyampaikan keluhannya terutama saat ada yang sakit. Itu mereka sulit ambulans masuk dan seolah-olah terisolir,” ungkapnya.
Baca Juga: Parkir Liar di Sekitar Stadion Pakansari Masih Jadi PR Bagi Dishub Kabupaten Bogor
Percepatan yang bisa dilakukan, menurut Jenal Mutaqin atas dasar perencanaan DED, timeline yang jelas, dan kajian. Semua itu pun diharapkan juga diketahui oleh Pemkot Bogor.
“Tadinya hari ini mau bangun jalan untuk akses motor. Minimal yang terisolir ini tidak lewat jalan underpass yang tadi kita lihat kondisi turapnya menghawatirkan. Lagi-lagi benturan dengan skema yang akan dilakukan oleh pihak KAI yang memang itu akan lakukan pekerjaan,” jelas Jenal Mutaqin.
Bahkan muncul opsi untuk melakukan pengerjaan di waktu yang sama. Sementara Balai Teknik Perkeretaapian melakukan pekerjaan di sisi satu, Pemkot Bogor mengerjakan di sisi lainnya.
“Jembatan sementara untuk motor kita siap, trase baru jangka panjangnya kita juga siap. Sekarang warga sehari-hari butuh akses dan tidak bisa ditunda. Mereka harus aktivitas, ke sekolah, ke pasar dan lain-lain,” tutupnya.



