POJOKBOGOR.id - Rencana Pemkot Bogor untuk membuat kawasan tanpa kabel udara, nampaknya bukan bualan saja.

Ikhwalnya, Kadis PUPR Kota Bogor Rena Da Frina dengan tegas mengatakan tidak segan segan untuk memotong jaringan kabel, jika peringatannya tak diindahkan provider.

Rena mencontohkan, salah satu titik yang kabelnya sangat semrawut, yaitu di wilayah Sempur, Kota Bogor yang ia lihat secara langsung.

Baca Juga: Bisa Tampung 1.141 Pedagang Pasar Jambu Dua Mulai Beroperasi Akhir Juli Nanti, Sekarang Lagi Finishing

Ia pun membagikan permasalahan tersebut di salah satu grup koordinasi Kota Bogor.

"Saya bilang rapihin ini provider, gak dirapihin kan. Kita gak ada surat suratan, kelamaan. Kita ada grup, di grup silakan dipantau," kata Rena, Rabu 22 Mei 2024.

Menurut Rena, Pemkot Bogor belum terlalu memasifkan penertiban kabel udara yang semrawut ini. Namun hal tersebut telah membuat para provider kalang kabut.

Baca Juga: Meriahkan Hari Jadi Bogor ke-542, Kadin Gelar Gebyar UMKM di Stadion Pakansari

"Ini baru turun paling banyak dua kali seminggu, ini udah kesusahan mereka. Padahal mereka gak ngeluarin biaya dan saya harus ngeluarin biaya untuk mereka. Tiang juga udah ratusan tuh yang kita cabut," ujarnya.

Kesemrawutan kabel udara ini, kata Rena, dikeluhkan oleh masyarakat pada pengusaha jaringan internet, namun tak juga ditindak lanjut oleh para provider.

"Yang jelas warga komplen ke provider, provider mau komplain ke kami, lho kan kami sudah ingatkan, terus kalo kita tilik lagi, kalian udah izin gak si?" paparnya.

Baca Juga: Sekolah Juara SMAIT BBS Kota Bogor Lepas Angkatan 27

Dari hasil penertiban yang telah dilakukan, Pemkot Bogor menemukan 40 persen kabel yang ada sudah tidak digunakan dan hanya menjadi sampah.

"Ini kaya gini (sembari menunjukan kabel) kabel sampah, mereka itu menghemat biaya pemeliharaan maintenance mereka, makanya mereka tidak mengeluarkan orang ke sini buat ngerapihin," ucap Rena.

Lebih lanjut, Rena menjelaskan, sedikitnya ada 30 provider yang telah terdata di Kota Bogor.

"Yang terdaftar di kita itu ada 30 provider, yang terdaftar, tapi banyak yang baru. Kalo yang baru, pasti sudah saya copot. Apalagi kalo ada laporan dari lurah atau camat," pungkasnya terkait rencana kawasan tanpa kabel di Kota Bogor.