POJOKBOGOR.id - Program padat karya tahap ketiga di Kota Bogor kembali digulirkan.
Kegiatan yang resmi dibuka Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, ini dipusatkan di Kecamatan Bogor Utara dan melibatkan sekitar 200 warga sebagai peserta.
Jenal menjelaskan, padat karya kali ini diarahkan mengikuti kebutuhan wilayah, terutama menyangkut penanganan banjir yang kerap melanda kawasan Cibuluh.
Lokasi tersebut berada di sekitar kolam retensi dan kerap terdampak luapan air akibat penyempitan serta pendangkalan saluran yang menghubungkan aliran Ciheuleut dan Cibuluh.
“Cibuluh ini dekat kolam retensi dan beberapa kali terendam karena salurannya menyempit dan dangkal. Melalui padat karya, kita bergerak untuk beres-beres agar risiko banjir bisa berkurang,” ujar Jenal.
Program berlangsung selama 10 hari, dengan jam kerja sekitar lima jam per hari. Setiap peserta mendapatkan makan siang serta honor harian sebesar Rp120.000.
Pesertanya pun berasal dari kelompok masyarakat rentan, mulai dari pengamen hasil penertiban, warga berpenghasilan rendah berdasarkan data aspirasi dewan, hingga warga menganggur kategori desil 1 sampai 5 yang terdata melalui forum RW.
Jenal menegaskan, padat karya bukan hanya membantu meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memberi tambahan pendapatan bagi warga.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus menggerakkan program lain seperti job fair dan optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.
Secara keseluruhan, gelombang ketiga padat karya tahun 2025 melibatkan sekitar 1.700 peserta se-Kota Bogor.
“Ini ikhtiar untuk menambah penghasilan warga meski hanya 10 hari. Totalnya ada 1.700 peserta di gelombang ketiga tahun ini,” tutup Jenal.




