POJOKBOGOR.id - Anggota Komisi V DPR RI asal Kabupaten Bogor, Mulyadi mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menjadikan wilayah Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor sebagai sasaran peningkatan infrastruktur dalam Inpres Jalan Daerah (IJD).

Kata Mulyadi, Kecamatan Sukamakmur merupakan salah wilayah paling tertinggal di Kabupaten Bogor, dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) paling rendah di Kabupaten Bogor.

"Sukamakmur merupakan wilayah paling tertinggal di Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan setelah diperbaiki jalannya oleh Kementerian PUPR, wilayah ini semakin makmur," kata Mulyadi, saat meninjau beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Bogor, Minggu (17/9).

Baca Juga: Pak Bas Tinjau Lokasi Pembangunan Bendung Cibeet dan Cijurey

Diketahui, Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2023, menghabiskan anggaran Rp14,6 triliun. Jawa Barat pun dijatah Rp360 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

IJD di seluruh Indonesia mencapai 2.800 kilometer jalan dan 2.300 meter jembatan pada 2023 dengan total anggaran mencapai Rp14,6 triliun.

Setidaknya terdapat 15 ruas jalan dan jembatan di Jawa Barat masuk program IJD tahun ini, dengan toal anggaran lebih dari Rp360 miliar. Dua di antaranya terdapat di Kabupaten Bogor. Yakni ruas Jalan Sukamakmur-Sukawangi dan ruas Jalan Mengker-Gunungbatu dengan panjang total 11 kilometer.

Baca Juga: Inpres Jalan Daerah Habiskan Rp14,6 Triliun, Jabar Dijatah Rp360 M

"Kita apresiasi Pak Menteri (Basuki Hadimuljono). Jika memungkinkan, pada 2024 jalan ini tersambung sampai Citeureup. Sehingga, masyarakat tidak perlu lewat Jalan Raya Puncak jika ingin ke Cianjur," kata Mulyadi.

Di sisi lain, dengan infrastruktur yang baik, diharapkan wilayah Sukamakmur ini dapat mengembang perekonomian dari sektor pariwisata, maupun kuliner.

"Saya berharap, terobosan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Mulyadi.

Baca Juga: Sedang Bedagang di Depan Rumah, Warga Cijeruk Diserang Geng Motor

Sementara Bupati Bogor Iwan Setiawan menilai bahwa IJD merupakan terobosan yang sangat baik dari pemerintah untuk membangun pengembangan infrastruktur di daerah, mengingat keterbatasan APBD.

"Ini terobosan luar biasa bagi masyarakat. Dulu jalan kabupaten tidak bisa dibangun oleh APBN dan harus menggunakan APBD. tapi dengan IJD ini, APBN bisa mengintervensi infrastruktur di kota/kabupaten," kata Iwan Setiawan.***