POJOKSATU.id - Harga dan stok minyak goreng semakin licin di sejumlah pasar di Kabupaten Bogor. Seperti harga jual Minyak Kita yang kini dipatok Rp16 ribu, untuk kemasan ukuran 1 liter. Selain itu, para pedagang pun tidak bisa membeli sebanyak-banyaknya minyak dari distributor.
Seperti padagang di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Siti (35) mengungkapkan, kenaikan harga Minyak Kita, lantaran harga jual dari agen pun mengalami kenaikan, sehingga dia terpaksa menaikkan harga jual kepada konsumen.
Siti mengakui, Minyak Kita banyak dicari masyarakat belakangan ini, karena harga yang murah dibanding minyak kemasan lain dengan selisih harga cukup lumayan.
"Sekarang nyarinya sudah susah. Peminatnya ya banyak. Sekarang saya jual Rp16 ribu yang satu liter. Sebelumnya Rp14 ribu. Kalau merek lain kan Rp18 ribu sama ada yang Rp23 ribu," kata Siti, Kamis (2/2).
Siti tidak menampik, pada kemasan Minyak Kita tertera Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu. Namun, kelangkaan dan naiknya harga dari agen memaksanya untuk menaikkan harga jual kepada konsumen.
"Pembeli banyak juga yang komplain. HET Rp14 ribu tapi dijual Rp16 ribu. Disangka kita yang mainin harga. Padahal mah memang dari sana udah naik harganya," kata Siti.
Sementara pedagang di Pasar Jambu Dua Bogor, Amin pun melakukan hal yang sama dalam menjual Minyak Kita. Amin mengakui, stok Minyak Kita dari distributor semakin sedikit dan pedagang hanya disuplai minim.
"Saya cuma dijatah tiga dus. Satu dus isinya 12 yang ukuran satu liter. Minyak curah juga dijatah dua jerigen per pedagang," jelas Amin.
Iman berharap, kelangkaan Minyak Kita bisa segera teratasi karena sangat digemari konsumen dari harga yang cukup murah dibanding minyak kemasan lainnya. "Katanya kan subsidi minyak sudah habis Januari 2023. Mudah-mudahan dapat subsidi lagi dari pemerintah," kata Amin.
(Rishad Noviansyah)



