BOGOR.POJOKSATU.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi resmi diberlakukan secara serentak di seluruh Indonesia mulai Selasa, 1 Juli 2025.
Penyesuaian tarif ini dilakukan oleh berbagai operator, baik milik swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN), termasuk di wilayah Kota Bogor.
Meski mengalami kenaikan, kondisi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bogor terpantau tetap stabil tanpa adanya lonjakan antrean maupun penurunan jumlah konsumen.
Salah satu SPBU yang masih ramai dikunjungi adalah SPBU Vivo di kawasan Air Mancur, Jalan Jendral Sudirman, Bogor Tengah.
BBM jenis Revvo 90 di SPBU tersebut kini dijual seharga Rp12.730 per liter, naik Rp470 dari harga sebelumnya sebesar Rp12.260.
Dikutip dari laman Radarbogor.id, menurut Ikhsan, petugas pengisian BBM di SPBU tersebut, kenaikan harga ini tidak mempengaruhi jumlah pelanggan yang datang untuk mengisi bahan bakar.
“Kenaikannya mulai 1 Juli. Tapi sampai sekarang antrean masih seperti biasa,” ujarnya saat ditemui Rabu (2/7/2025).
Ia menambahkan bahwa masyarakat tampaknya sudah terbiasa dengan fluktuasi harga BBM nonsubsidi yang memang mengikuti mekanisme pasar. Karena itu, aktivitas pengisian BBM tetap ramai seperti hari-hari sebelumnya.
“Pengunjungnya masih banyak,” tambahnya.
Situasi serupa juga terpantau di SPBU milik Pertamina dan BP di wilayah Kota Bogor.
Kedua SPBU tersebut melaporkan bahwa arus kendaraan yang mengisi BBM tetap normal, tanpa adanya peningkatan atau penurunan signifikan.
Adapun harga baru BBM yang ditetapkan Pertamina adalah Pertamax yang kini dijual Rp12.500 per liter, naik dari Rp12.100.
Dexlite naik menjadi Rp13.320 per liter, sementara Pertamax Turbo mengalami penyesuaian harga menjadi Rp13.500 per liter.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar masih belum mengalami perubahan dan tetap dijual dengan harga sebelumnya.
Penyesuaian harga ini menjadi bagian dari kebijakan rutin yang disesuaikan dengan kondisi pasar global.
Meskipun demikian, respons masyarakat Kota Bogor menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi belum memberikan dampak signifikan terhadap kebiasaan konsumsi mereka. ***



