POJOKBOGOR.id - Meskipun berada di negeri yang jauh dari tanah air, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong tetap memelihara tradisi dan budaya dari tanah kelahiran mereka.

Dalam menyambut bulan suci Ramadan, mereka turut merayakan tradisi Munggahan atau Megengan, sebuah ritual yang melambangkan kegembiraan atas kedatangan bulan penuh berkah tersebut.

Pada Minggu (10/03/2024) yang bertempat di Taman Burung dekat Masjid Kowloon, salah satu masjid terbesar di Hong Kong, PMI yang mayoritas berasal dari Jawa dan Sunda menggelar acara Megengan bersama-sama.

Kegiatan ini diadakan oleh PCI Hongkong dengan dihadiri oleh jamaah dari pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting yang berada di Hong Kong serta para pekerja migran Indonesia.

Kegiatan tersebut dipenuhi dengan berbagai rangkaian acara, termasuk marhabanan, simti durar, tahlilan, Yasinan, dan makan-makan bersama.

Acara ini juga diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Moh. Romli, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor, Wakil Direktur Wodl Moslem Studies Center (WOMESTER), Dekan Fakultas Syariah IAIN Laa Roiba, dan Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat.

Moh. Romli menekankan pentingnya tradisi Munggahan sebagai ungkapan kegembiraan atas kedatangan bulan Ramadan.

"Mereka rindu dengan kegiatan yang ada di daerahnya di Indonesia, ternyata bisa melakukan dengan khidmat dengan atribut-atribut makanan yang ada di Indonesia," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam, sebagaimana disampaikan oleh Nabi kepada para sahabatnya tentang keistimewaan bulan Ramadan.

Selain sebagai momen kegembiraan, bulan Ramadan juga dianggap sebagai kesempatan untuk memperdalam ilmu agama, terutama bagi para migran di luar negeri.

Moh. Romli menyadari bahwa situasi dan kondisi yang dihadapi oleh PMI di Hongkong mungkin berbeda dengan di Indonesia, terutama terkait dengan praktek-praktek keagamaan.

Oleh karena itu, ia mendorong para PMI untuk tetap menjalankan ajaran agama sesuai dengan kemampuan dan kondisi di tempat tinggal mereka.

Kehadiran PMI di Hongkong dipandang sebagai nikmat dan anugerah yang harus disyukuri.

Moh. Romli menekankan bahwa mencari rezeki di luar negeri juga merupakan bagian dari ibadah, selama dilakukan dengan niat yang murni dan menjalankan ajaran agama secara benar.

"Bumi ini luas dan bisa dijelajahi, yang terpenting semuanya niatnya ibadah," tambahnya.

Dengan adanya kegiatan Munggahan ini, PMI di Hongkong tidak hanya merayakan kedatangan bulan Ramadan dengan penuh kegembiraan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan menjaga keutuhan budaya serta tradisi dari tanah air tercinta, Indonesia.***