POJOKBOGOR.id - Sopir angkot ugal ugalan di Bogor kembali memakan korban saat beberapa hari jelang hari raya Idul Fitri.

Sopir angkot ugal ugalan dengan nomer 32 jurusan Cibinong-Kota Bogor menabrak  pemotor di Jalan Raya Pemda tepatnya di Pangkalan 3 Kampung Tunggilis RT 001/008 Kelurahan Pasirjambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pada Senin, 8 April 2024.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ferdhyan Mulya mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 07.58 WIB.

Baca Juga: Sambut Hari Raya, PPLI Tebar 3.900 Paket Sembako untuk Warga Nambo dan Bantar Jati

"Korban dan sopir angkot sekarang sedang dirawat di RS FMC," kata Ferdhyan Mulya.

Kronologis kejadian,  korban yang bernama Hendi Novian Lesmana,  diketahui seorang pewarta foto Harian Radar Bogor yang hendak meliput kondisi Jalur Wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, untuk meliput situasi libur Lebaran 1445 Hijriah.

Namun, dalam perjalanan dari rumah ke lokasi peliputan, korban yang saat itu hanya mengemudi dengan kecepatan 40 kilometer per jam langsung dihantam angkot 32 yang menyalip dengan kecepatan sangat tinggi.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM di SPBU Rest Area Tol Jagorawi Selama Arus Mudik Lebaran 2024

“Kendaraan Suzuki angkot 32 dengan nomor polisi F-1902-NW, bergerak dari arah Bogor menuju ke arah Pemda. Lalu nyalip kendaraan di depannya dan menghantam motor korban,” jelasnya.

Tak hanya menghantam motor korban, sopir angkot ugal ugalan itu pun langsung hilang keseimbangan dan akhirnya menabrak sebuah ruko.

Ferdhyan menyebutkan, kerugian materi akibat ulah sopir ugal ugalan di Bogor ini hingga Rp50 juta, dan korban harus menjalani operasi pada bagian lengan kanannya karena putus.

Baca Juga: Pj Bupati Bogor pastikan kesiapan wisata Puncak sambut libur Lebaran

Salah seorang kerabat korban, Andi mengatakan, sopir yang menabrak sempat ditindak di IGD FMC, namun sempat dia amankan.

Akan tetapi, kata Andi, sopir tersebut sempat kabur dua kali lantaran takut diproses secara hukum.

"Yang pertama katanya mau ngerokok di luar, enggak taunya kabur. Tapi sempat ketahuan lalu kami tahan. Nah yang kedua kabur juga, kami kecolongan, sekarang enggak tau ke mana itu sopirnya," ungkap Andi.

Sementara itu, istri korban, Mega Refita mengatakan dirinya hendak menahan KTP milik sopir. Namun sopir tersebut mengaku tidak memiliki KTP dan keluarga.

"Saya telepon kerabatnya, justru yanh dihubungi tidak mengenal sopir ini. Gelagatnya sudah aneh dari awal," ungkap mega istri korban sopir ugal ugalan di Bogor itu.