POJOKBOGOR.id - Pemerintah telah mengurangi keberangkatan kuota jemaah haji.

Kuota jemaah haji Kota Bogor untuk tahun keberangkatan 2026 mengalami pengurangan.

Dari sebelumnya 960 orang, menjadi 744 orang.

Tak hanya itu, masa tunggu atau antrean hingga 26 tahun.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor Indra Karmawan mengatakan, pemerintah telah melakukan penyesuaian nomor urut atau kursi calon jemaah.

”Jadi sebenarnya bukan pengurangan,” kata dia kepada awak media, Rabu 18 November 2025.

Ia menjelaskan, sekarang jumlah kuota haji tidak lagi dihitung berdasarkan jumlah umat Islam di satu daerah, tetapi nomor urut kursi atau daftar tunggu.

Selain itu, pemerintah mengubah batas usia calon jemaah haji, dari sebelumnya 18 tahun menjadi 13 tahun.

Sementara itu, untuk lansia, pihaknya menyarankan agar ada pendamping.

Ia juga mengatakan bahwa penyesuaian yang dilakukan pemerintah ini sudah mengusung asas keadilan, mengi­ngat jumlah calon jemaah haji yang cukup besar setiap tahunnya.

”Tidak ada intervensi dari Pemerintah Saudi. Kami juga telah melakukan sosialisasi mengenai kebijakan itu ke kelompok bimbingan haji dan umrah (KBHIU),” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Bogor Abdul Wahid menyebut, kebijakan ini dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi dari para calon jemaah haji yang telah menunggu hingga belasan tahun.

Apalagi, pemangkasan kuota ini terbilang cukup besar, karena pada 2025, kuota haji di Kota Bogor mencapai ribuan orang.

”Kita berharap Kementerian Haji dan Umrah mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut,” katanya.

Selain di Bogor, ratusan calon jemaah haji asal Kabupa­ten Cianjur juga terancam batal menunaikan ibadah haji pada 2026. Para calon jemaah kecewa setelah diketahui bahwa kuota haji untuk Cianjur hanya 59 orang.

Padahal, pada sosialisasi yang diadakan Kemenag Cianjur pada Agustus lalu, lebih dari 1.200 calon jemaah sudah dikumpulkan dan diberitahukan mengenai rencana keberangkatan untuk 2026.