PojokBogor.Id - Kawasan sekitar Kebun Raya Bogor sejak dulu menjadi magnet wisata kuliner bagi wisatawan yang datang ke Kota Bogor.
Setiap akhir pekan, lapangan Sempur, Taman Kencana, hingga area sekitar gerbang utama Kebun Raya dipenuhi wisatawan yang berburu makanan.
Meski kini bermunculan kuliner kekinian, kuliner legendaris di sekitar Kebun Raya tetap menjadi tujuan utama.
Baca Juga: Jokowi Secara Tegas Sebut Tak Pernah Resmikan Bandara IMIP Morowali, Tapi...
Kedai-kedai tua ini menawarkan rasa autentik yang bertahan puluhan tahun dan tidak terbawa arus tren.
Kuliner legendaris bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang sejarah dan kehangatan suasana yang tidak bisa ditemukan di restoran modern.
Banyak wisatawan datang karena ingin merasakan kembali hidangan masa kecil mereka atau ingin mengenalkan rasa klasik Bogor kepada keluarga.
1. Soto Mie Bogor
Soto mie sudah lama menjadi wajah kuliner Bogor.
Kuah gurih dengan potongan daging sapi, tulang muda, dan risol renyah menjadikannya hidangan lengkap yang memanjakan lidah.
Di sekitar Kebun Raya, terdapat beberapa kedai yang sudah berdiri sejak era 90-an dan tetap mempertahankan racikan bumbu yang sama.
Baca Juga: Hanid Faisol Tanam Kembali Konservasi Biodiversitas Indonesia dengan 535 Pohon Endemik
Mereka memasak kuah dengan metode slow cooking, membuat rasa kaldunya lebih dalam dan beraroma kuat.
Wisatawan yang datang pagi atau siang hari hampir selalu menjadikan soto mie sebagai menu pertama yang dicicipi sebelum melanjutkan eksplorasi kota.
2. Toge Goreng Legendaris, Rasa Tradisional yang Tak Tergantikan
Toge goreng adalah salah satu kuliner paling klasik di Bogor.
Baca Juga: Hanid Faisol Tanam Kembali Konservasi Biodiversitas Indonesia dengan 535 Pohon Endemik
Meski sederhana, kombinasi toge, mie, lontong, dan kuah oncom khas menghasilkan rasa unik yang sulit dilupakan.
Beberapa penjual toge goreng di sekitar Kebun Raya sudah berjualan lebih dari dua dekade.
Mereka menggunakan bumbu buatan sendiri yang dimasak dengan teknik lama, menciptakan rasa tradisional yang konsisten.
Baca Juga: Jumat Bersih, Warga Kedung Waringin Dalam Sehari Langsung Bersihkan Sampah Menggunung di Kawasannya
Hidangan ini sering disebut sebagai comfort food warga lokal dan menjadi salah satu kuliner paling sering direkomendasikan kepada wisatawan.
3. Asinan Bogor
Tidak sah rasanya berwisata ke Bogor tanpa mencicipi asinan.
Baca Juga: Pemkot Bogor Kolaborasi dengan PT SEG Hadirkan Ruang Terbuka untuk Warga Olahraga di Kolong Flyover
Campuran buah atau sayur dengan kuah asam-manis pedas membuat asinan menjadi kuliner yang menyegarkan setelah berjalan-jalan di Kebun Raya.
Beberapa toko asinan legendaris di sekitar pusat kota sudah berdiri puluhan tahun dan selalu dipenuhi pengunjung.
Baca Juga: Jumat Bersih, Warga Kedung Waringin Dalam Sehari Langsung Bersihkan Sampah Menggunung di Kawasannya
Kelebihan asinan Bogor adalah kesegarannya dan cita rasa yang tidak mudah berubah meski usaha semakin besar. Banyak wisatawan menjadikan asinan sebagai oleh-oleh wajib.
4. Roti Unyil dan Pastry Klasik yang Tidak Pernah Kehilangan Penggemar
Roti unyil sudah menjadi ikon kuliner Bogor sejak tahun 90-an. Bentuknya kecil, variannya banyak, dan rasanya cocok untuk semua usia.
Selain roti unyil, ada bakery-lawas yang mempertahankan roti jadul seperti roti pisang, roti sobek, dan lapis legit.
Meski tampilannya sederhana, peminatnya tidak pernah sepi karena rasa otentiknya sulit tergantikan.
Baca Juga: Pemkot Bogor Kolaborasi dengan PT SEG Hadirkan Ruang Terbuka untuk Warga Olahraga di Kolong Flyover
Wisatawan biasanya mampir ke toko roti sebelum pulang karena lokasinya tidak jauh dari Kebun Raya dan mudah dijangkau.
5. Bakso dan Mie Ayam Rumahan
Kedai bakso dan mie ayam rumahan juga menjadi bagian dari kuliner legendaris Bogor. Banyak kedai di sekitar Kebun Raya sudah berjualan puluhan tahun dengan rasa yang konsisten.
Kuah kaldu bening, mie buatan tangan, dan topping ayam kecap klasik membuatnya tetap menjadi pilihan favorit wisatawan, terutama di sore hari.
Meski saingan restoran modern semakin banyak, kedai bakso dan mie ayam tua tetap bertahan karena cita rasa rumahan yang tidak berubah.***




