POJOKBOGOR.id - Dalam rangka meningkatkan kesadaran berpolitik dan partisipasi pemilih muda, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor menggelar sosialisasi bertema "Suara Demokrasi" di SMAN 3 Kota Bogor pada Senin (26/08).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang ditujukan untuk mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya demokrasi dan pemilu.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, Hubungan Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parhumas dan SDM) KPU Kota Bogor, Darma Djufri, menjadi narasumber utama dalam acara ini.
Ia didampingi oleh Tim Parhumas, serta anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bogor Timur dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Baranangsiang.
Acara yang dihadiri oleh 319 siswa ini berlangsung di aula SMAN 3 Kota Bogor.
Darma Djufri memaparkan mengenai sistem demokrasi di Indonesia, kaitannya dengan proses pemilu, dan bagaimana pentingnya setiap individu untuk mengekspresikan suaranya sebagai bagian dari masyarakat yang demokratis.
"Demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa mengekspresikan pendapat dan ide-ide kita secara bebas, namun tetap bertanggung jawab. Kebebasan ini harus dilakukan dengan menghormati hak-hak orang lain," ujar Darma Djufri.
Program sosialisasi pemilih pemula ini rencananya akan berlanjut ke sekolah-sekolah lain di seluruh kecamatan Kota Bogor.
KPU Kota Bogor berharap melalui sosialisasi ini, tingkat partisipasi pemilih pemula dapat meningkat, terutama dalam menyongsong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor 2024.
"Kami ingin memastikan bahwa generasi muda memahami betapa pentingnya peran mereka dalam proses demokrasi ini. Partisipasi mereka akan menentukan masa depan Kota Bogor," tambah Darma Djufri.
Selama sesi tanya jawab, siswa-siswi SMAN 3 Kota Bogor menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan kritis mengenai demokrasi dan proses pemilu.
Salah satu siswa, Dina, bertanya tentang bagaimana cara memilih yang bijak dan tidak terpengaruh oleh politik uang.
"Kami ingin mengetahui lebih dalam tentang bagaimana memilih calon pemimpin yang benar-benar bisa membawa perubahan positif," katanya.
Pertanyaan-pertanyaan kritis ini menunjukkan tingginya kesadaran dan minat siswa terhadap politik dan pemerintahan.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pembagian doorprize bagi siswa yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan.
Selain itu, KPU Kota Bogor juga memberikan boneka Dara Daru, maskot Pilkada Kota Bogor 2024, kepada pihak sekolah sebagai simbol dukungan terhadap partisipasi pemilih muda.
"Kami berharap boneka Dara Daru ini bisa menjadi pengingat bagi para siswa untuk selalu terlibat aktif dalam proses demokrasi," pungkas Darma Djufri.
Kegiatan seperti ini menunjukkan komitmen KPU Kota Bogor dalam mempersiapkan pemilih masa depan yang lebih sadar dan aktif dalam proses demokrasi.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya suara mereka, generasi muda Kota Bogor diharapkan dapat berkontribusi secara positif dalam pembangunan daerah dan bangsa.***




