POJOKBOGOR.id - Di hadapan Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wali Kota Bogor, Dedi Rachim mengungkapkan bahwa Bogor punya potensi untuk mengajukan kepada UNESCO agar dijadikan sebagai salah satu Kota Hijau pertama di Asia.
Baca Juga: Selain Puncak, Ini 7 Tempat Wisata di Bogor yang Tak Kalah Keren dan Bebas Macet
Sebab, bukan semata-mata Kebun Raya sebagai taman fisik, melainkan konsep perencanaan kota berbasis ruang hijau, filosofi menjadikan Kebun Raya sebagai pusat kota, identitas ekologis dan budaya Kota Bogor, kekhasan tata kota sebagai Kota Hijau yang sangat langka di dunia, serta nilai sejarah, sosial, dan budaya yang melekat padanya.
"Jadi Bogor punya potensi untuk mengajukan kepada UNESCO untuk dijadikan sebagai salah satu kota hijau pertama di Asia yang memiliki internasional value, karena berdasarkan perencanaan sejak awal, Bogor itu menjadikan Kebun Raya sebagai pusat kota dan di dalam perencanaan perkotaan, ini jarang ada, hanya ada Bogor dan New York," tutur Dedie Rachim dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Yogyakarta, Rabu 6/ Agustus 2025.
Baca Juga: Kosmetik Bisa Bohong? 21 Produk Kecantikan Ini Diblacklist BPOM Gara-gara ‘Curang’ Komposisi!
Dedie Rachim menambahkan, kalau di Bogor itu ada Kebun Raya, di New York ada Central Park. Menurutnya, ini sangat layak untuk diajukan ke UNESCO sebagai bagian dari nilai-nilai tak benda yang bisa menjadikan Bogor lebih dikenal lagi di dunia sebagai kota hijau.



