BOGOR.POJOKSATU.id - Lonjakan jumlah penumpang mendorong rekomendasi peningkatan frekuensi perjalanan KRL pada lintas Bogor–Manggarai.
Berdasarkan hasil kajian Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), jalur tersebut dinilai perlu menerapkan headway atau jarak antar kereta yang lebih rapat.
Rekomendasi tersebut mencuat dalam pembahasan Focus Group Discussion (FGD) terkait Railway Capacity Enhancement yang masuk dalam skema pembiayaan Loan JICA IP 563. Informasi ini turut dibagikan melalui unggahan akun media sosial @btpjakarta.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa untuk mengantisipasi kebutuhan transportasi pada tahun 2029, KRL Lintas Tengah dan Lintas Bogor disarankan beroperasi dengan headway 4 menit.
“Untuk memenuhi proyeksi permintaan penumpang pada 2029, KRL Lintas Tengah dan Lintas Bogor direkomendasikan menerapkan headway empat menit,” tulis unggahan tersebut.
Secara rinci, Lintas Tengah yang melayani rute Jakarta Kota–Manggarai diperkirakan memiliki potensi penumpang hingga 28.800 Passengers Per Hour Per Direction (PPHPD).
Sementara itu, Lintas Bogor tercatat lebih tinggi dengan estimasi mencapai 41.400 PPHPD.
Angka tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan KRL, khususnya di jalur Bogor yang menjadi salah satu koridor tersibuk.
Penerapan headway yang lebih rapat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkut sekaligus mengurangi kepadatan penumpang pada jam sibuk.
Kajian ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang peningkatan layanan perkeretaapian perkotaan, seiring pertumbuhan mobilitas warga Jabodetabek yang terus meningkat.***



