POJOKSATU.id, BOGOR - Pemerintah Kota Bogor membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) yang membentang di Jalan Paledang menuju ke Stasiun Bogor. Tahap awal, JPO Paledang dibongkar pada bagian atap.
Saat ini, JPO Paledang sudah tak beratap. JPO ini nantinya akan diganti dengan penyeberangan jalan model "pelican crossing".
Apa itu pelican crossing? Pelican crossing adalah sistem penyeberangan jalan yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas dan tombol untuk pejalan kaki, yang memungkinkan pengguna jalan kaki menyeberang dengan aman.
Baca Juga: Aturan Baru Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 yang Harus Masyarakat Jawa Barat Ketahui
Sistem "pelican crossing" ini mirip dengan zebra cross, tetapi dengan tambahan lampu lalu lintas yang dikendalikan oleh pejalan kaki.
JPO Paledang dinilai bermasalah karena anak tangganya terlalu curam dan jembatan terlalu tinggi, sehingga kurang nyaman untuk dilalui.
Selain itu, JPO Paledang juga kerap dijadikan tempat beraksi para pelaku kejahatan. Kasus pencopetan dan penodongan beberapa kali terjadi di lokasi tersebut.
Baca Juga: Ingat! Tidak Ada Tempat Bagi Premanisme di Tanah Jawa Barat
Tak hanya itu, JPO Paledang juga kerap dijadikan tempat berjualan para pedagang kaki lima (PKL) sehingga menganggu kenyamanan pengguna jembatan.
Dedie Rachim mengatakan Pemerintah Kota Bogor sejak tahun 2023 telah meminta kajian teknis untuk mengganti JPO itu menjadi "pelican crossing".
"Konsep ini mengadopsi kebijakan di kawasan Sudirman-Thamrin Jakarta. Sejumlah JPO dihapus dan digantikan zebra cross dengan lampu lalu lintas yang mengutamakan keselamatan pejalan kaki, sebagaimana diterapkan di berbagai kota modern dunia," ucap Dedia.
Baca Juga: Temuan Bayi Perempuan Gegerkan Warga Hambalang
Ia menambahkan rencana ini dilakukan secara bertahap. Dimulai dari pembersihan dan penghilangan kekumuhan JPO Paledang yakni pemangkasan atap atau kanopi.
"Tujuannya, agar tidak lagi menjadi tempat mangkal PKL, sambil menunggu kajian penghapusan aset dan pergantian dengan penyeberangan yang lebih aman," ucap Dedie.
Saat ini, proses penghapusan aset dan pembangunan pelican crossing masih dalam tahap berjalan.
Dirinya memastikan seluruh tahapan akan dikawal hingga tuntas demi menghadirkan fasilitas penyeberangan yang lebih layak bagi warga.
Dedie mengakui keberadaan JPO Paledang menyisakan berbagai persoalan. Dari sisi konstruksi maupun aspek sosial.
"JPO Paledang itu sejak awal selalu menyisakan masalah. Bukan hanya soal keselamatan konstruksi dan elevasi tangga yang terlalu curam, tetapi juga masalah keamanan dan sosial," tandasnya. ***



