POJOKSATU.id, Bogor - Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto akan melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan para pedagang plaza dan pasar Bogor sebelum dilakukan pengosongan.

Bima mengatakan, rencana pertemuan dengan para pedagang pasar dan plaza Bogor tersebut bertujuan untuk mendengarkan aspirasi dari mereka.

"Saya hari senin atau selasa mau dialog dulu dengan pedagang, saya ingin dengar aspirasi dari pedagang mau ya seperti apa," kata Bima kepada Pojoksatu.id belum lama ini.

Baca Juga : Jembatan Otista Dibongkar Setelah Lebaran

Bima berharap, dari pengosongan ini tidak ada yang dirugikan, melainkan semua pihak harus diuntungkan.

"Saya tidak akan melakukan langkah apapun sebelum dialog dengan pedagang," ucap Bima.

Sementara itu, Bima Arya menjelaskan nantinya pasar dan plaza Bogor harus ada satu ruang terbukanya.

"Jadi tidak sesak kemudian harus ada parkirnya, tempat parkirnya dan juga harus ada slot untuk UMKM Bogor," ucap Bima yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Sebelumnya, Sejumlah pedagang meminta agar revitalisasi Pasar Bogor ditunda hingga lebaran 2023 mendatang.

Baca Juga : Bima Arya Sebut Bogor Street Festival Tingkatkan Perekonomian Warga

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Unit Pasar Bogor, Andrian Hikmatulllah saat ditemui oleh Pojoksatu.id, Bogor belum lama ini.

Menurut Adrian alasannya ditunda karena hingga saat ini belum ada sosialisasi dari pimpinan dalam hal ini Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor.

"Dilapangan itu pedagang sudah mengetahui bahwa akan ada revitalisasai, tetapi untuk kepastiaannya kami pun dari unit belum tau. Tapi emang betul tahun depan akan di revitaliasi tapi bulannya belum tau," ujar

"Cuman kami di unit dengan pimpinan di pusat sampai hari ini sudah mencoba ke pedagang untuk melihat lihat blok f pasar kebon kembang, tapi kami pun engga tau ya pedagang itu nanti mau apa engga," sambunganya.

Adrian juga menjelaskan, pada intinya tidak menolak jika dipindahkan, namun para pedagang meminta kepada Perumda PD pasar beres leberan tahun depan.

"Jadi sampai sejauh ini sih pedagang di arahkan ya ke blok f. Kami kan engga tau juga setelah nanti ya bangunan ini jadi lah ya kedepannya itu diperuntukannya untuk komuditinya apa saja. Emamg kan informasinya tematik, tapi kalau saya denger selewat tidak menampik kemungkinan pedagang nantinya kalau emang pedagang itu mampu bisa masuk," tandasnya. (Adi Wirman)