BOGOR.POJOKSATU.id – Masalah kemacetan dan kesemrawutan di Kota Bogor, khususnya saat akhir pekan, kembali menjadi sorotan serius.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menunjukkan ketegasannya dengan memberikan hukuman fisik berupa push up kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) saat apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Bogor pada Senin (16/6/2025).

Langkah ini diambil Jenal sebagai bentuk kekecewaan atas belum optimalnya penanganan masalah lalu lintas dan penataan kota, meskipun berbagai instruksi telah diberikan.

Ia menilai, kondisi kota yang macet dan semrawut di kawasan strategis seperti Alun-Alun Kota Bogor, terminal, dan jalur wisata utama masih kerap terulang, terutama pada saat akhir pekan.

Dalam arahannya di hadapan seluruh ASN peserta apel, Jenal menyampaikan bahwa banyaknya keluhan dari masyarakat mengenai kemacetan dan penumpukan kendaraan menunjukkan lemahnya koordinasi serta kurang maksimalnya pengawasan di lapangan.

"Sudah berkali-kali saya turun langsung ke lapangan, bahkan pada hari libur. Tapi setiap akhir pekan, macet dan semrawut tetap terjadi. Ini bukan hanya soal teknis, tapi soal tanggung jawab kita sebagai pelayan publik," ujarnya tegas.

Sebagai bentuk teguran simbolik, Jenal memerintahkan seluruh ASN yang mengikuti apel pagi untuk melakukan push up sebanyak sepuluh kali.

Aksi ini sontak menjadi perhatian dan menjadi pesan moral bagi seluruh jajaran birokrasi bahwa tanggung jawab pelayanan publik tidak hanya selesai di atas meja, tetapi harus benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan razia sesaat atau imbauan di media sosial. Harus ada pengawasan nyata, koordinasi lintas sektor, dan ketegasan di lapangan. Jangan sampai masyarakat merasa dibiarkan menghadapi kemacetan setiap akhir pekan tanpa solusi," tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa ke depan akan ada evaluasi berkala terhadap kinerja ASN, terutama mereka yang berada di instansi teknis seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi lain yang bertanggung jawab atas tata kelola ruang publik dan transportasi.

Warga pun berharap langkah tegas ini bisa menjadi titik balik untuk perbaikan penataan lalu lintas dan kawasan wisata di Kota Bogor yang sering kali padat dan semrawut.

Harapannya, Bogor bisa menjadi kota wisata yang lebih tertib, nyaman, dan layak dikunjungi oleh wisatawan, tanpa dibayangi persoalan klasik seperti macet dan parkir liar. ***