BOGOR, POJOKSATU.id - Kabar baik bagi warga Kota dan Kabupaten Bogor, khususnya masyarakat yang terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Pemerintah tengah menyiapkan rencana pembagian handphone (HP) gratis yang dilengkapi akses rekening digital.

Program tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat, termasuk warga Bogor, dalam menerima bantuan pemerintah secara langsung tanpa harus melalui banyak perantara.

Rencana pembagian HP gratis ini diungkapkan Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Melalui program tersebut, pemerintah ingin memperbaiki sistem penyaluran bansos agar lebih transparan, tepat sasaran, serta mengurangi risiko pungutan liar dan pemotongan bantuan.

"Setiap warga negara akan diberikan telepon genggam dengan rekening digital. Seluruh dana akan berada di sana dan dikirimkan ke rekening masing-masing," kata Hashim.

Dengan sistem tersebut, dana bansos nantinya direncanakan masuk langsung ke rekening digital penerima, termasuk masyarakat di Kota dan Kabupaten Bogor yang memenuhi ketentuan.

Selain mempermudah penyaluran bantuan, program ini juga bertujuan memperluas akses layanan perbankan bagi masyarakat.

Hashim menyebut sekitar 30 persen penduduk Indonesia belum memiliki rekening bank.

Karena itu, pemerintah berencana melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menyediakan layanan pembukaan rekening secara gratis.

Bahkan, pemerintah telah menyiapkan skema pemberian saldo awal sebesar Rp50.000 bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan program rekening gratis tersebut.

Kapan Warga Bogor Bisa Mendapatkan HP Gratis?

Meski rencana pembagian HP gratis dikaitkan dengan target pelaksanaan pada 2027, pemerintah hingga kini belum menetapkan jadwal resmi pendistribusiannya.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, pada Rabu, 14 Oktober 2026, menjelaskan bahwa pemerintah baru menyiapkan program pembukaan rekening gratis.

Sementara itu, pengadaan HP, mekanisme pembagian, hingga kebutuhan anggarannya masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga menyampaikan bahwa usulan pembagian HP gratis masih dalam tahap kajian.

Masyarakat penerima bansos yang belum mempunyai perangkat komunikasi disebut berpotensi menjadi kelompok prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.

Artinya, warga Bogor yang menerima bansos belum tentu otomatis mendapatkan HP gratis karena pemerintah masih harus menetapkan persyaratan dan mekanisme penyalurannya.

Untuk saat ini, masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor diimbau menunggu informasi resmi dari pemerintah mengenai syarat, jadwal, dan tata cara mendapatkan HP gratis.