POJOKBOGOR.id - Harga cabai di Kota Bogor kemali mengalami kenaikan.
Meski begiu, kenaikan harga cabai di Kota Bogor justru direspon baik oleh petani.
Kenaikan harga cabai di Kota Bogor dipandang sebagai keberkahan bagi petani di Bogor.
Baca Juga: Polisi Selidiki KDRT yang Dialami Cut Intan Nabila
Salah satu petani di Kecamatan Bogor Utara Muhammad Haerudin mengatakan, kenaikan harga cabai di Kota Bogor membuat penghasilan dia dan temannya meningkat 2 kali lipat.
"Sekarang harganya Rp120 ribu per kilogram. Tapi kami senang kalau harga sedang tinggi karena dapat keuntungan lebih. Biasanya kalau harga Rp70 kami sudah untung, alhamdulillah sekarang Rp120 ribu jadi lebih banyak," terang dia, Selasa 13 Agustus 2024.
Haerudin bahkan bisa menjual hasil kebunnya secara langsung kepada masyarakat tanpa perlu repot-repot membawanya ke pasar.
Baca Juga: Sudah tidak Kuat, Korban KDRT Unggah Kelakuan Suaminya di Instagram
"Kami bungkusi terus dijual Rp100 ribu saja susah senang warga. Akhirnya habis sebelum ke pasar," tuturnya.
Haerudin bersama rekan petaninya menanam cabai jenis jablay (rawit merah) di lahan seluas 1300 meter persegi di Kelurahan Cimahpar.
Kebun yang mereka garap bisa menghasilkan 500 kilogram cabai dalam jangka waktu 3-4 bulan sekali.
"Dari total laham 1300 meter yang produktif 1000-an meter saja. Setiap pohon bisa menghasilkan 1 kilo cabai. Jadi sekitar setengah ton sekali panen," terang dia.
Baca Juga: Pura Pura Berobat Pengedar Narkoba di Bogor Ditangkap Karena Jual Obat Penenang Resep Dokter
Naiknya harga cabai di Kota Bogor terjadi sejak Bulan Juli 2024 lalu. Seperti yang sempat terjadi di Pasar Bogor dan Pasar Jambu Dua. Hal ini kemudian berdampak pada berkurangnya kuantitas cabai yang dibeli oleh masyarakat.



