BOGOR.POJOKSATU.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi nampaknya resmi akan mulai berkantor di Kota Bogor, lebih tepatnya di Gedung Bakorwil. Hal tersebut sudah tampak terlihat dari tampilan gedung yang sudah mulai dibenahi.
Terlihat sejumlah pekerja tengah bebenah bagian luar, mulai dari melakukan pengecatan bangunan gedung hingga pembersikan halaman gedung.
Bukan hanya itu, bagian dalam Gedung Bakorwil juga nantinya akan mendapatkan sebutan Bale Pakuan Padjajaran.
Berdasarkan pantauan, pada halaman gedung juga terlihat adanya alat berat yang dikerahkan untuk membongkar pagar pembatas antara area Bakorwil dengan Samsat Kota Bogor.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Beri Tugas Baru untuk Wakil Walikota Bogor, Ini Dia
Melihat hal tersebut, Kepala Pusat UPTD Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (PPPD) Samsat Kota Bogor, Wawan Sudrajat akhirnya angkat bicara.
Dirinya mengatakan jika penataan pada gedung memang tengah dilakukan Pemprov Jabar demi untuk menyiapkan Kantor Gubernur Bale Pakuan Padjajaran.
Dan area yang kini tengah dibenahi menggunakan alat berat nantinya akan dijadikan sebagai lahan parkir bagi para kendaraan Dinas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang pastinya bertujuan untuk membantu masyarakat dengan lebih cepat.
"Itu untuk parkir kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar), beko (alat pengeruk), truk operasional bekonya, dan RS keliling berupa ambulans. Kendaraan itu nanti akan ada di sana dan kalau nanti masyarakat membutuhkan bisa segera diturunkan," ungkap Wawan.
Baca Juga: Pj Gubernur Jawa Barat dan Pj Bupati Bogor Musnahkan Surat Suara Rusak Pilkada 2024
Dirinya menambahkan jika pihaknya saat ini sedang melakukan pembongkaran bangunan cek fisik dan TNKB untuk digunakan sebagai akses lahan parkir di area Bogor Creative Center (BCC).
Gedung Bakorwil Kota Bogor, yang kini dikenal sebagai Gedung Pakuan Pajajaran, merupakan bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 4, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat .
Dibangun pada tahun 1908, gedung ini awalnya berfungsi sebagai rumah dan kantor Asisten Residen Buitenzorg pada masa kolonial Belanda. Pada tahun 1928 hingga 1978, gedung ini digunakan sebagai Kantor Pembantu Gubernur.
Baca Juga: Diduga Potong Dana Kompensasi Sopir Angkot, Tangis Dadang Diunggah Gubernur Dedi Mulyadi
Kemudian, pada tahun 2000, gedung ini menjadi kantor koordinasi Wilayah Bogor, wilayah II, yang mencakup enam kepala daerah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur .
Pada tahun 2025, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memutuskan untuk menjadikan gedung ini sebagai salah satu kantor gubernur di wilayah Jawa Barat.
Gedung ini kemudian berganti nama menjadi Gedung Pakuan Pajajaran, sebagai penghormatan terhadap sejarah dan budaya Kerajaan Pajajaran yang berpusat di Bogor. ***



