BOGOR POJOKBOGOR.id - Pemkot Bogor bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor terus memperkuat upaya pencegahan kanker payudara dan kanker serviks melalui Gebyar Sakura (Gerakan Bersama Cegah Kanker Serviks dan Payudara).

Program ini menyasar perempuan di seluruh wilayah Kota Bogor dengan layanan pemeriksaan SADANIS (pemeriksaan payudara klinis) serta HPV DNA Co-Testing/IVA Test.

Ketua YKI Kota Bogor, Yantie Rachim, mengapresiasi antusiasme warga yang mengikuti pemeriksaan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelayanan di Kantor Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (7/10/2026).

Menurut Yantie, keberanian perempuan untuk memeriksakan kesehatan merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri sekaligus keluarga.

“Hari ini saya sangat senang dan bangga bisa hadir di tengah-tengah warga Kota Bogor, khususnya perempuan yang berani serta peduli memeriksakan kesehatannya. Antusiasme yang ditunjukkan membuktikan bahwa perempuan Kota Bogor tidak hanya peduli, tetapi juga sayang akan kesehatan dirinya,” kata Yantie.

Digelar di 68 Kelurahan

Gebyar Sakura digelar dalam rangka Bulan Peduli Kanker Payudara 2026. YKI Kota Bogor bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor, puskesmas dan TP PKK bergerak bersama melaksanakan pemeriksaan mulai 1 hingga 23 Oktober 2026.

Pemeriksaan dilakukan di 68 kelurahan se-Kota Bogor, dengan target 100 perempuan di setiap kelurahan. Artinya, program ini menyasar sekitar 6.800 perempuan.

Antusiasme warga terlihat di Kelurahan Baranangsiang. Dari target 100 peserta, tercatat sebanyak 106 perempuan mengikuti pemeriksaan kanker payudara dan serviks.

Yantie mengingatkan perempuan agar tidak takut ataupun malu menjalani pemeriksaan. Menurutnya, deteksi dini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.

“Ini adalah bentuk kasih sayang untuk diri sendiri dan keluarga, karena ketika ibu sehat, keluarga pun akan bahagia. Mari terus bergerak dengan pola jemput bola, mengedukasi, mengajak, dan mendampingi warga dengan humanis dan penuh empati,” ujarnya.

Kader Diminta Aktif Jemput Bola

Yantie juga mendorong aparatur wilayah, tenaga medis dan kesehatan, kader PKK hingga kader dasawisma untuk memperkuat kolaborasi.

Menurutnya, seluruh unsur tersebut perlu bergerak bersama untuk menjangkau perempuan hingga ke tingkat keluarga.

Langkah jemput bola dinilai penting agar semakin banyak perempuan mengetahui kondisi kesehatannya dan memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.

Salah seorang warga, Helviana (30), mengaku pemeriksaan tersebut memberikan manfaat karena membantu dirinya mengetahui kondisi kesehatan tubuh.

Warga Ciheuleut itu juga mengaku baru pertama kali mengikuti pemeriksaan kanker payudara dan serviks.

“Dengan pemeriksaan ini kita dapat mengetahui kondisi tubuh kita, sehingga jadi lebih peduli karena kita tidak tahu kondisi tubuh kita kalau tidak diperiksa,” kata Helviana.