POJOKBOGOR.id – Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyoroti rendahnya aktivitas olahraga masyarakat di tengah tingginya angka harapan hidup warga Kota Bogor.

Hal itu disampaikan Dedie saat menghadiri Fun Walk dalam rangka HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Halaman Poliklinik Grand Afiat RS PMI Bogor, Minggu (20/9/2026).

Dedie mengungkapkan, berdasarkan data, angka harapan hidup masyarakat Kota Bogor telah mencapai 76,4 tahun, atau berada di atas rata-rata nasional.

Namun, capaian tersebut masih diiringi tantangan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Salah satunya terlihat dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan pada 2025.

"Dari pemeriksaan kesehatan gratis Kota Bogor tahun 2025 kemarin, hampir 50 persen warga Bogor memeriksakan kesehatannya secara gratis. Alhamdulillah semuanya terdeteksi. Tinggal sedikit lagi, 50 persen lagi. Namun faktanya, ternyata 92 persen warga Bogor yang memeriksakan kesehatannya secara gratis tidak senang berolahraga," ujar Dedie.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan perlu diikuti dengan perubahan perilaku. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga harus mulai membangun kebiasaan hidup aktif.

Karena itu, Dedie menilai kegiatan Fun Walk PMI menjadi momentum positif untuk mengajak masyarakat berolahraga sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Dedie Apresiasi 81 Tahun Pengabdian PMI

Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga menyampaikan apresiasi terhadap PMI yang selama ini berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di sektor kesehatan.

Ia berharap PMI, khususnya PMI Kota Bogor, dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.

"Selamat untuk PMI yang sudah berusia 81 tahun. Mudah-mudahan Allah memberikan balasan atas kebaikan PMI kepada masyarakat dan seluruh bangsa Indonesia selama ini. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh proses kehidupan," kata Dedie.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas PMI Fachmi Idris menuturkan, keberadaan RS PMI Bogor memiliki sejarah panjang. Rumah sakit tersebut merupakan bangunan peninggalan Belanda yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan PMI di Kota Bogor.

Tahun ini, PMI mengusung tema "Peduli Bergerak Bersama". Tema tersebut, kata Fachmi, menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap masyarakat harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan melalui kolaborasi.

"Sebelumnya rumah sakit ini merupakan peninggalan Belanda. Sudah sangat tua dan menjadi ikon kebanggaan Kota Bogor. Tahun ini hari lahir PMI mengusung tema ‘Peduli Bergerak Bersama’. Tujuannya mengingatkan bahwa kepedulian harus menjadi tindakan nyata dan dilakukan melalui kolaborasi," ungkapnya.

Fachmi menambahkan, Dewan Pengawas PMI terus mendorong peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, tata kelola, hingga keberlanjutan RS PMI Bogor.

Menurutnya, kualitas rumah sakit tidak semata-mata ditentukan oleh kemegahan gedung maupun kelengkapan peralatan, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan dan rasa aman yang diberikan kepada pasien.

"Rumah sakit yang besar bukan semata karena gedung atau peralatan, melainkan karena masyarakat percaya, pasien merasa aman, dan seluruh insan di dalamnya bekerja dengan hati," pungkasnya.