POJOKBOGOR.id, Bandung - Potensi ekspor Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya permintaan produk lokal di pasar internasional.

Produk unggulan seperti kopi, rempah-rempah, tekstil, dan kerajinan tangan menunjukkan potensi besar untuk diterima secara global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada April 2024, nilai ekspor Indonesia mencapai US$19,62 miliar, naik 1,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor nonmigas juga tumbuh menjadi US$18,27 miliar, dengan tujuan utama ke negara-negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Belanda, dan Jerman.

Melihat potensi ini, bank bjb memperkuat dukungannya bagi UMKM dengan meluncurkan program "bjb Exportpreneur", yang dirancang untuk mencetak eksportir baru dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Program ini memberikan edukasi dan pelatihan komprehensif mengenai dunia ekspor, membantu UMKM memahami prosedur, serta mengoptimalkan produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Program ini dimulai dengan seminar bertajuk “Optimalkan Produk UMKM Lokal untuk Menembus Pasar Global” pada 12 September 2024 di Sport and Creative Center bank bjb, Bandung.

Seminar ini menjadi pembuka rangkaian pelatihan ekspor yang akan berlangsung selama dua bulan, dari Oktober hingga November.

Widi Hartoto, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan UMKM dalam menghadapi tantangan dan peluang perdagangan global.

“bjb Exportpreneur merupakan bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan UMKM dalam memasuki dunia ekspor. Program ini bertujuan agar UMKM mampu mengoptimalkan produk lokal mereka dan bersaing di pasar global,” ujar Widi.

Kegiatan seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara ahli, seperti Mochamad Lukmanul Hakim, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, yang membahas dukungan pemerintah provinsi dalam pengembangan ekspor.

Pekik Warnendya, Export Director PT Nusa Tropical Indonesia, memaparkan potensi pasar ekspor untuk produk unggulan Indonesia, dan Maman Nurjaman, pendiri Amanah Export Academy, memberikan panduan lengkap mengenai prosedur dan strategi ekspor.

Lebih lanjut, Widi menjelaskan bahwa peserta seminar memperoleh berbagai manfaat, termasuk akses ke layanan konsultasi dan pembiayaan dari bank bjb.

"Kami juga menyediakan layanan International & Transaction Banking bank bjb, yaitu Trade Finance Service, untuk membantu memfasilitasi transaksi perdagangan internasional para pelaku UMKM," jelas Widi.

Sebanyak 250 peserta, yang terdiri dari pelaku UMKM dan pengusaha muda dari berbagai perguruan tinggi di Bandung dan sekitarnya, hadir dalam seminar ini.

Para peserta yang mengikuti seminar juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti serial pelatihan ekspor selama tujuh pertemuan, yang mencakup klinik ekspor, kurasi produk, hingga peluang business matching dengan calon pembeli luar negeri.

“Kami berharap melalui sinergi ini, UMKM bisa semakin berkembang dan mampu menembus pasar ekspor,” tambah Widi.

Setelah seminar, bank bjb akan membuka pendaftaran untuk kegiatan serial pelatihan ekspor melalui website resmi mereka.

Program ini terbuka untuk seluruh pelaku UMKM Indonesia tanpa biaya, dengan materi pelatihan yang mencakup mindset dan kesiapan mental, ketentuan dan prosedur ekspor, cara mencari pembeli, hingga aspek perpajakan dan bea cukai.

Melalui program bjb Exportpreneur, bank bjb berharap dapat mendorong peningkatan jumlah eksportir dari kalangan UMKM.

Dengan berbagai inisiatif yang diberikan, bank bjb terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar ekspor bagi UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami yakin, melalui program ini, akan lahir eksportir-eksportir baru yang mampu bersaing di pasar internasional. Semoga program ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM dan ekspor Indonesia ke depan," tutup Widi.***