POJOKBOGOR.id – Sebanyak 115 lansia tunggal di Kota Bogor kini resmi terdaftar sebagai penerima bantuan program pemakanan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Bantuan ini disalurkan melalui enam dapur yang tersebar di tiap kecamatan, dengan harapan bisa meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, meninjau langsung salah satu dapur di Kecamatan Tanah Sareal.
Ia ingin memastikan makanan yang diproduksi benar-benar aman dan sesuai kebutuhan para lansia.
“Kami harus memastikan menu yang cocok serta menghindari makanan yang bisa menimbulkan masalah kesehatan, terutama pada lambung dan saluran pencernaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Denny mengingatkan agar menu bervariasi namun tetap sehat. Bahan makanan pun diminta dipilih secara selektif, tidak menggunakan yang cepat basi atau mengandung santan berlebihan.
Ia juga meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor rutin melakukan evaluasi agar kualitas bantuan tetap terjaga.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bogor, Sumartini, menjelaskan penerima bantuan ditentukan dengan persyaratan ketat dari Kemensos.
Lansia tunggal, duda atau janda, berusia 70 tahun ke atas, serta tidak menerima program bantuan lain menjadi syarat utama.
“Tidak semua bisa diakomodir karena validasi dan verifikasi dilakukan langsung oleh Kemensos. Kami hanya bertugas mendata,” kata Sumartini.
Ia menambahkan, dana bantuan disalurkan langsung oleh Kemensos ke kelompok masyarakat (pokmas) yang ditunjuk sebagai pengelola dapur.
Menariknya, sebagian besar pokmas berasal dari pelaku UMKM lokal, sehingga program ini sekaligus memberi dampak ekonomi ke masyarakat.
Bagi para lansia penerima manfaat, bantuan ini bukan sekadar makanan, tapi juga bentuk kepedulian negara agar mereka tetap sehat dan terjamin kebutuhan dasarnya.




