POJOKBOGOR.id - Dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia yang jatuh pada Selasa (15/10/2024), Dinas Kesehatan Kota Bogor menggelar kampanye besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencuci tangan.
Peringatan ini bertujuan menekan penyebaran penyakit menular, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan, yang menjadi penyebab tingginya angka kematian anak-anak.
Tema HCTPS Sedunia 2024, “Mengapa Tangan Bersih Masih Penting?”, mengingatkan pentingnya kebiasaan sederhana ini dalam mencegah penyakit menular, termasuk Covid-19.
Menurut data WHO dan UNICEF, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan angka kejadian diare hingga 40% dan infeksi saluran pernapasan akut hingga 20%.
"Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu langkah paling efektif dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit menular," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, MARS.
Ia menambahkan, "Pada masa pandemi Covid-19, mencuci tangan menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan masyarakat."
Di Kota Bogor, survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada 2023 menunjukkan bahwa 98,6% rumah tangga telah menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, namun masih ada 1,4% rumah tangga yang belum membiasakannya.
"Meskipun angka kepatuhan cukup tinggi, masih ada sebagian masyarakat yang perlu ditingkatkan kesadarannya, dan ini menjadi tugas kita bersama," kata Sri Nowo Retno.
Untuk memperingati HCTPS 2024, Dinkes Kota Bogor telah menyiapkan berbagai kegiatan, termasuk kompetisi video reels tingkat SD dan kader Posyandu untuk mengampanyekan kebiasaan mencuci tangan.
Puncak acara akan digelar pada tanggal 16 Oktober 2024 di SDN Sukadamai 3, yang melibatkan sekitar 600 peserta.
"Kami bekerja sama dengan berbagai sektor, termasuk institusi pendidikan, TP PKK, media, dan pihak swasta seperti She Max by Arumi Clean, untuk mengampanyekan pentingnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun," jelasnya.
Acara akan ditandai dengan pencanangan simbolis berupa cap tangan oleh PJ Wali Kota Bogor, yang diikuti oleh peragaan cuci tangan serentak oleh institusi pemerintah dan perwakilan siswa sekolah.
"Simbol cap tangan ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung PHBS di berbagai tatanan masyarakat," kata PJ Wali Kota Bogor.
Kampanye tersebut juga akan dimeriahkan oleh storyteller nasional Bonchie Yoska, penampilan seni dari Duta KPAID Bogor, dan pembagian 1.000 sabun kepada siswa.
"Kegiatan ini bukan hanya acara seremonial, tapi juga upaya untuk terus membangun kesadaran masyarakat, terutama anak-anak, agar terbiasa menjaga kebersihan tangan," ujar Kepala Dinas Kesehatan.
Melalui kampanye ini, diharapkan kolaborasi Pentahelix antara pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan media dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya cuci tangan pakai sabun sebagai bagian dari PHBS.
"Permasalahan kesehatan adalah tanggung jawab kita semua. Dengan kebiasaan mencuci tangan, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," tutupnya.***




