POJOKBOGOR.id - Elektabilitas Calon Wali Kota Bogor, Dedie Rachim berkali kali selalu mengungguli kandidat lainnya jelang kontestasi pilkada 2024.

Adam Kamil, Direktur Riset Indikator, mengatakan bahwa Bakal Calon Wali Kota Bogor Dedie Rachim yang memiliki elektabilitas tinggi, akan sangat sulit disaingi oleh pesaingnya.

Hal ini ditunjukkan oleh hasil survei yang diselenggarakan oleh Indikator Institute dari 24 Mei 2024 hingga 29 Mei 2024 kemarin, dimana Dedie Rachim merebut mayoritas suara dari tiga simulasi yang dilakukan.

Sangat menarik bahwa, berdasarkan jumlah suara masing-masing kandidat, tidak ada satu pun yang berhasil memperoleh setengah dari jumlah suara yang diterima Dedie Rachim.

Adam menyatakan bahwa calon yang paling populer saat ini adalah Dedie Rachim karena investasinya yang cukup panjang selama lima tahun.

Baca Juga: Di Depan Presiden Jokowi Pemkot Bogor Targetkan Kasus Stunting di Kota Bogor Nol Persen 2026 Nanti

"Sementara penantangnya baru mulai kayanya awal tahun ini, ya, sebelumnya sih udah mulai dikit-dikit tapi belum serius," kata Adam.

Oleh karena itu, Adam menganggap situasi saat ini Dedie Rachim cukup dominan, dengan persentase sekitar 44 persen dalam survei simulasi semi-terbuka yang terdiri dari 19 nama.

Dia menyatakan bahwa penantangannya untuk kandidat lain, Rayendra dan Sendi, sekitar 15 hingga 17 persen.

Dia menyatakan bahwa situasi saat ini tidak dapat menentukan hasil Pilkada Kota Bogor 2024.

Dengan mempertimbangkan fakta bahwa tinggal sekitar lima bulan lagi hingga pemungutan suara untuk pemilihan Wali Kota Bogor dimulai.

Baca Juga: Polsek Cisarua Amankan 20 Botol Ciu di Kawasan Puncak

Namun, posisi saat ini pasti tidak akan jauh berbeda jika para kandidat tidak memiliki pendekatan yang tepat.

"Jika saya melihat Rayendra dan Sendi, mereka tampak sangat serius. Tapi, jika masing-masing maju sendiri, mungkin tetap agak jauh dari Dedie. Seandainya ada yang mau ngalah untuk posisi nomor dua (Rayendra dan Sendi bergabung), itu kan jadi signifikan," paparnya.

Dia berpendapat bahwa kondisi ini akan semakin kompetitif. Dengan mempertimbangkan pengalaman survei sebelumnya, simulasi berpasangan akan menambah basis dukungan calon yang memiliki basis elektoral yang signifikan.

"Dengan catatan masing-masing juga harus terus bekerja untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya," katanya.

Baca Juga: Gudang Ban Bekas di Kemang Terbakar

Adam mengatakan bahwa jika keduanya dapat menambah 15% dalam tiga bulan, itu dapat meningkat menjadi 30% pada akhirnya.

Kondisi saat ini masih sangat dapat berubah jika masing-masing figur bekerja.

“Saya masih bisa melihat konstelasi seperti ini, masih sangat mungkin terjadi ancaman itu, dan ancaman akan semakin besar jika dua penantang utama bisa bergabung,” katanya.