POJOKBOGOR.ID - Wali Kota terpilih hasil hitung cepat Kota Bogor, Dedie Rachim melaunching buku karya tulisnya sendiri dan diberi judul 'Dari KPK ke Balaikota'.
Dalam buku tersebut, Dedie Rachim menceritakan kisah hidupnya yang bermula berkarir di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK hingga dirinya memutuskan terjun ke dunia politik pada tahun 2018. Hingga akhirnya, Dedie bersama Jenal Mutaqin berhasil keluar sebagai pemenang pada Pemilihan Wali Kota Bogor tahun 2024.
"Buku ini paling lama saya buat, hampir 3 tahun. Saya terinspirasi oleh kg Bima Arya yang sering nulis buku. Sebelum masuk Balaikota, saya berkiprah di KPK sejak tahun 2005. Terakhir menjabat direktur, padahal bakal naik jadi Deputi. Namun takdir membawa saya ke Bogor, jadi wakil walikota Bogor tahun 2018-2024 dan sekarang jadi walikota priode 2024-2029," kata Dedie Rachim di Kedai Nako Cibogo, Bogor. Jumat, 29 November 2024.
Baca Juga: Sisternet dan Pendopo Gelar Kompetisi Modal Pintar 2024, 20 UMKM Perempuan Bersaing Raih Rp115 Juta
Dedie Rachim mengatakan catatan dalam buku yang dia tulis, ada beberapa hal yang ditulisnya tentang pengalaman pribadi memulai karier. Dalam meniti karir itu, Dedie menegaskan tidak lepas dari kerja keras, doa dan tentunya keberkahan dari orang tua dan keluarganya yang selalu mensupport. Sehingga dirinya mempersembahkan buku tersebut untuk orang yang menyayangi dan disayangi dan juga semua yang telah mendukung dirinya.
"Jadi ini lama nulisnya, saya dedikasikan untuk keluarga dan orang yang mendukung saya. Saya saat ini jadi walikota karena doa dan harapan serta kerja keras, tentu dengan dukungan semua elemen pendukung. Jadi, saya persembahkan buku ini untuk semuanya," kata Dedie Rachim.
Dalam acara launching buku dari KPK ke Balaikota ini, turut hadir beberapa rekan Dedie Rachim dari KPK yang saat ini juga berkarir di beberapa lembaga pemerintah sejak mereka keluar dari lembaga anti rasuah tersebut.
"Banyak dari kami dari KPK sekarang menjabat di beberapa lembaga negara, tujuan kami sama satu yakni berbuat yang terbaik untuk negeri dan melayani rakyat," kata Dedie.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto turut menceritakan bagaimana dirinya menarik Dedie Rachim dari KPK untuk menjadi pendampingnya di Pilwalkot Bogor tahun 2018.
Baca Juga: Pura-pura Ibadah, Dua Pemuda Asal Gunungputri Babak Belur Dihajar usai Coba Curi Kotak Amal
Bima menyebut, berkali-kali sebelum menentukan calon Wakil pada periode ke dua, dia melakukan Istikharah. Beberapa kali itu pula, dikatakan Bima selalu muncul dalam benaknya bayangan Dedie.
"Saya titip ke kang Dedie Rachim dan kang Jenal sebagai walikota dan wakil nya, untuk selalu kompak. Sebab, harmonisasi keduanya itu yang membuat pemerintahan nyaman. Kang Dedie adalah alumni KPK pertama yang sukses menjadi Walikota, namun beliau tetap pada on the track memberantas korupsi. Saya kasih kado, sebuah sapu. Saya percaya kang Dedie mampu membersihkan Kota Bogor, mulai dari ruangan walikota ke ruang wakil dan semua balaikota. Jika balaikota bersih, maka kota Bogor pun bersih," kata Bima.



